Arkeolog Temukan Kapak Tertua di Dunia

- Sabtu, 28 Mei 2016 16:56 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/05/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Para arkeolog baru saja menemukan sisa-sisa kapak tertua di dunia. Alat yang ngetren di Zaman Batu ini diyakini telah dibuat sekitar 50 ribu tahun yang lalu.Suatu fragmen seukuran kuku ibu jari yang dipoles secara hati-hati ditemukan di satu tempat di wilayah Kimberley, Australia Barat. Temuan ini sekaligus membantah teori yang menyebut bahwa kapak tertua dibuat pada 10 ribu tahun yang lalu.Dari studi yang dilakukan para arkeolog terhadap potongan-potongan itu, kapak batu itu diperkirakan berusia antara 45 ribu-49 ribu tahun yang lalu. Tahun itu disebut sebagai titi-masa kedatangan manusia ke benua Australia untuk pertama kalinya-penemuan ini juga menegaskan bahwa nenek moyang orang-orang Aborogin adalah yang pertama soal teknologi berburu."Anda tidak akan menemukan kapak di tempat lain pada waktu yang sama," ujar Prof. Sue OConnor, arkeolog dari Australian National University. "Di Jepang, kapak serupa muncul sekitar 35 ribu tahun yang lalu, sementara di beberapa negara lainnya, kapak muncul 10 ribu tahun yang lalu."Seperti disinggung di awal tulisan, sisa-sisa kapak ini ditemukan di tempat penampungan batu terpencil di tepi Gap Carperter. Tempat ini diyakini sebagai salah satu situs pertama di Australia yang didiami oleh manusia modern. Sisa makanan, karya seni, dan alat-alat lainnya juga ditemukan di tempat ini.Fragmen kapak ini sejatinya telah ditemukan oleh para arkeolog sejak 20 tahun yang lalu. Lantaran fragmen yang ditemukan masih sangat kecil, para arkeolog sepertinya belum berani untuk membuat kesimpulan yang lebih utuh hingga ditemukannya bagian yang lebih besar lagi.Dari keterangan Prof. Peter Hiscock dari University of Sydney, kapak ini hanya berkembang di wilayah Australia bagian utara yang tropis. Para arkeolog berkesimpulan, bahwa kapak-kapak itu ditinggalkan penduduk setempat saat menyebar ke wilayah gurun dan sub-tropis di Selatan. (Geographicnational/h)


Tag:

Berita Terkait

Lembaran Budaya

Pemko Medan Bahas Penataan Penjualan Daging Nonhalal Bersama Tokoh Masyarakat

Lembaran Budaya

Korban Keracunan Mie Tek Tek di Sibolga Minta Kasus Diusut

Lembaran Budaya

Kejati Sumut Kembalikan Aset PT KAI Senilai Rp55,8 Miliar

Lembaran Budaya

BBPOM Medan Temukan Dua Takjil Mengandung Formalin

Lembaran Budaya

Polsek Tanahjawa Cari Keluarga Nenek Tanpa Identitas di Simalungun

Lembaran Budaya

Mayat Perempuan Tanpa Busana Ditemukan dalam Kontainer di Medan Denai