Daftar 10 Negara Sarang Perbudakan, Indonesia Juru Kunci

- Sabtu, 04 Juni 2016 19:10 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/06/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Sebanyak 45 juta manusia masih bekerja di bawah paksaan. Sebagian negara bahkan ikut memetik keuntungan dari praktik keji tersebut.Indonesia termasuk dalam daftar 10 besar Indeks Perbudakan Global 2016 tersebut.Berikut adalah 10 negara teratas yang disebut dalam daftar itu.1. IndiaSekitar 270 juta penduduk India masih hidup di bawah garis kemiskinan.Berdasarkan Indeks Perbudakan Global, negeri raksasa di Asia Selatan itu saat ini masih mencatat jumlah pekerja paksa sebanyak 18.354.700 orang.Sebagian besar bekerja di sektor informal. Sementara sisanya berprofesi sebagai pelacur atau pengemis.2. ChinaMaraknya migrasi internal kaum buruh menjadikan China lahan empuk buat perdagangan manusia.Pemerintah di Beijing mengakui hingga 1,5 juta bocah dipaksa mengemis, setelah sebelumnya mereka diculik.Saat ini, lebih dari 70 juta penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.Berdasarkan Indeks Perbudakan Global, Cina masih memiliki sekitar 3.388.400 budak.3. PakistanSebanyak 2.134.900 penduduk Pakistan bekerja sebagai budak di pabrik-pabrik dan lokalisasi.Angka perbudakan tertinggi tercatat di dua provinsi, yakni Sindh dan Punjab.Sejumlah kasus bahkan mengindikasikan orangtua di sejumlah wilayah di Pakistan terbiasa menjual putrinya.Mereka dijual untuk dijadikan pembantu rumah tangga, pelacur, nikah paksa, atau sebagai bayaran untuk menyelesaikan perseteruan dengan suku lain.4. BangladesIndeks Perbudakan Global mencatat sebanyak 1.531.500 penduduk Bangladesh bekerja sebagai budak.Hampir 80 persen di antaranya adalah buruh paksa, sementara sisanya dijual untuk dinikahkan atau dijadikan pekerja seks.Saat ini Bangladesh mencatat 390.000 perempuan menjadi korban pelacuran paksa.5.UzbekistanUzbekistan adalah produsen kapas terbesar keenam di dunia. Selama musim panen ratusan ribu penduduk dipaksa bekerja tanpa bayaran.Pemerintah berupaya memerangi praktik tersebut. Namun Indeks Perbudakan Global 2016 mencatat tahun lalu sebanyak 1.236.600 penduduk masih bekerja sebagai budak di Uzbekistan.6. Korea UtaraBerbeda dengan negara lain, sebanyak 1.100.000 budak di Korea Utara bukan bekerja di sektor swasta, melainkan untuk pemerintah.Eksploitasi buruh oleh Pemerintah Pyongyang sudah lama menjadi masalah.Saat ini sebanyak 50.000 buruh Korut dikirim ke luar negeri oleh pemerintah untuk bekerja dengan upah minim.Program tersebut mendatangkan lebih dari dua miliar dollar AS ke dalam kas negara itu.7. RusiaPasar tenaga kerja Rusia yang mengalami booming sejak beberapa tahun silam. Banyak terjadi penyerapan tenaga kerja dari berbagai negara bekas Uni Sovyet seperti Ukraina, Uzbekistan, Azerbaidjan atau bahkan Korea Utara.Saat ini sebanyak 1.048.500 buruh paksa bekerja di Rusia.Celakanya langkah pemerintah yang kerap mendiskriminasi buruh dari etnis minoritas justru membantu industri perbudakan.8. NigeriaTidak sedikit perempuan Nigeria yang dijual ke Eropa untuk bekerja di industri pelacuran.Namun sebagian besar buruh paksa mendarat di sektor informal di dalam negeri.Tercatat sebanyak 875.500 penduduk Nigeria bekerja di bawah paksaan.9.Republik Demokratik KongoSerupa dengan negara-negara Afrika Sub Sahara lain, Republik Demokratik Kongo mencatat angka tertinggi dalam kasus perbudakan anak.Sebagian besar bekerja di sektor informal, prostitusi atau bahkan dijadikan tentara.Jumlah budak di RD Kongo tercatat mencapai 873.100 orang.10. IndonesiaBerdasarkan catatan Walk Free Foundation, kebanyakan buruh paksa di Indonesia bekerja di sektor perikanan dan konstruksi.Paksaan juga dialami tenaga kerja Indonesia di luar negeri seperti di Arab Saudi atau Malaysia.Secara umum Indonesia berada di urutan kesepuluh dalam daftar negara sarang perbudakan dengan jumlah 736.100 buruh paksa. (Geographicnational/d)


Tag:

Berita Terkait

Lembaran Budaya

Pemko Medan Bahas Penataan Penjualan Daging Nonhalal Bersama Tokoh Masyarakat

Lembaran Budaya

Korban Keracunan Mie Tek Tek di Sibolga Minta Kasus Diusut

Lembaran Budaya

Kejati Sumut Kembalikan Aset PT KAI Senilai Rp55,8 Miliar

Lembaran Budaya

BBPOM Medan Temukan Dua Takjil Mengandung Formalin

Lembaran Budaya

Polsek Tanahjawa Cari Keluarga Nenek Tanpa Identitas di Simalungun

Lembaran Budaya

Mayat Perempuan Tanpa Busana Ditemukan dalam Kontainer di Medan Denai