Tobasa (SIB)- Parmalim menggelar ibadah Sipaha Lima di rumah ibadah Bale Pasogit yang merupakan pusat Parmalim di Huta Tinggi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Tobasa Samosir, Sumatera Utara, Senin (18/7).Sipaha Lima merupakan bulan kelima dalam kalender Batak, biasanya jatuh pada bulan Juni-Agustus. Seperti tahun ini, hari puncak jatuh pada 18 Juni. Ibadah tersebut merupakan ritual paling sakral yang digelar sekali dalam setahun.Saat perayaan, umat Malim atau disebut Parmalim memberikan persembahan kepada sang pencipta "Debata Mula Jadi Nabolon" sebagai ungkapan terimakasih atas apa yang digapai selama satu tahun berjalan.Dalam ibadah Sipaha Lima digelar ritual yang disebut Pameleon Bolon. Ritual tersebut dipimpin oleh pimpinan Parmalim, Raja Manakkok Naipospos.Ritualnya, persembahan diletakkan dalam Langgatan (berbentuk bangunan rumah kecil yang dihiasi dengan daun pohon aren yang muda, kemudian khusus tempat persembahan dibalut dengan kain putih.Tepat di bagian depan diletakkan tungku kecil yang di sampingnya didirikan tiga Hembang, warna merah, putih dan hitam. Kemudian didoakan bersama yang dipimpin Ihutan.Dalam Pameleon Bolon tahun ini, umat dari berbagai daerah pun hadir, baik kaum ibu, bapak, muda-mudi dan anak-anak. Upacara diisi dengan doa-doa, tor-tor, penyerahan persembahan, dan nasihat-nasihat dari pimpinan Parmalim.Saat upacara Pameleon, suasana hening dan tidak terdengar suara berisik, yang ada hanya suara ungkapan doa-doa dari Ihutan yang sesekali diiringi dengan suara musik yang disebut gondang sabangunan.Corak pakaian Parmalim juga seakan menandakan kesakralan acara itu. Mulai dari anak-anak hingga orang tua mengenakan sarung, tanpa alas kaki. Khusus kaum bapak yang menjadi peserta, selain mengenakan sarung, juga mengenakan jas, selempang dari ulos Batak di dada, dan juga pengikat kepala yang disebut tali-tali dari kain berwarna putih sambil duduk bersila.Sedangkan kaum ibu, selain mengenakan sarung juga mengenakan selendang dari ulos Batak sambil duduk bersila terpisah dengan kaum bapak. Setelah acara doa yang dipimpin Ihutan, ada juga acara doa khusus untuk kaum bapak, ibu, muda-mudi yang dilaksanakan terpisah. (F01/d)