Batik Papua Rebut Hati Kalangan Tinggi di Belanda

- Sabtu, 10 September 2016 21:00 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/09/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Den Haag (SIB)- Melalui fashion show di Grote Kerk, Papua tampil dengan citra modern, high profile. Motif-motif asli daerah itu dituangkan menjadi busana batik berkelas haute couture.Diperagakan oleh model-model Belanda dan satu model Papua di hadapan kalangan diplomatik dan internasional, batik Papua menuai applaus panjang pada Fashion Show di Grote Kerk, Den Haag, Rabu malam atau Kamis (8/9) WIB.Hadir juga antara lain dari kalangan industri fashion di Belanda, para pengusaha setempat, artis-artis dan pesohor Belanda, ahli-ahli Indonesia, serta media Belanda dan Indonesia."Batik Papua desainnya sederhana, tapi kesederhanaan itu justru kecanggihan tertinggi, menghadirkan keindahan Papua," ujar Dubes RI untuk Kerajaan Belanda I Gusti A. Wesaka Puja mengutip Leonardo da Vinci dalam sambutannya.Menurut Dubes, fashion bisa memajukan saling memahami budaya, diharapkan dengan acara ini dapat dibangun sikap memahami budaya lain dan Papua ini hanya satu bagian saja dari sekitar 17.000 pulau di Indonesia, dengan beragam etnik di dalamnya."Jika kita dapat menjelajah lebih jauh, kita akan mendapati betapa kaya Papua, bukan hanya dalam hal desain dan seni budaya, tetapi juga keindahan alam lingkungannya, seperti Raja Ampat dan lainnya," ujar Dubes.Sementara itu Yolanda Tinal, yang memimpin misi pengenalan batik Papua, mengatakan bahwa partisipasi pihaknya di jantung kota Den Haag ini adalah untuk lebih mengenalkan daerahnya, terutama potensi batiknya."Supaya batik Papua dikenal dunia, bukan hanya Indonesia. Ini lho betapa indah batik Papua," jelas Yolanda.Sebagian tamu selain memuji desain dan motif Papua yang khas juga mengomentari harganya yang bukan biasa. Ditanya mengenai hal ini, Yolanda menjelaskan memang harganya cukup mahal, karena ini batik tulis, di atas media sutra dan non-sutra.Menurut Yolanda, kreasi seni dan motif Papua sangat indah dan unik, tapi memang belum mapan seperti batik Jawa. Oleh karena itu pihaknya akan terus mengenalkan batik Papua di kalangan domestik dan mancanegara."Panggung fashion show di Belanda ini bukan yang terakhir," pungkas Yolanda. (detikcom/f)


Tag:

Berita Terkait

Lembaran Budaya

Wanita Asal NTT Ditemukan Tewas Tergantung di Medan Sunggal

Lembaran Budaya

Dua Oknum Kepling di Medan Barat Terseret Kasus Narkoba, Anggota DPRD Minta Pemko Bertindak

Lembaran Budaya

Pemko Medan Bahas Penataan Penjualan Daging Nonhalal Bersama Tokoh Masyarakat

Lembaran Budaya

Korban Keracunan Mie Tek Tek di Sibolga Minta Kasus Diusut

Lembaran Budaya

Kejati Sumut Kembalikan Aset PT KAI Senilai Rp55,8 Miliar

Lembaran Budaya

BBPOM Medan Temukan Dua Takjil Mengandung Formalin