Pemerintah Beri Insentif Seumur Hidup Bagi Maestro Seni Tradisi

- Sabtu, 24 September 2016 21:45 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/09/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB)- Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI, Nadjamuddin Ramly mengatakan, untuk menghargai jasa para maestro seni tradisi. Pemerintah terus memberikan insentif senilai Rp 25 juta per tahun yang berlaku seumur hidup.Dijelaskan Ramly, insentif ini diberi sebagai apresasi dan penghargaan atas karyanya. Selain itu sebagai bentuk dorongan untuk generasi muda. Pasalnya hingga saat ini jumlah maestro seni tradisi baru 54 orang padahal, Indonesia kaya akan budaya."Mereka kita beri tunjangan sampai meninggal ya. Ini bentuk apresiasi pemerintah atas kontribusinya melestarikan seni tradisi. Ini yang menjadi salah satu pertimbangannya," kata Ramly pada Konferensi Pers Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi 2016, di Gedung Kemdikbud, Selasa, (21//9).Disebutkan dia, untuk penghargaan tahun ini hanya empat orang. Mereka adalah; Pertama, Hasan Mata Raja, yang aktif sebagai pelaku dan narasumber tradisi lisan Kias yang masih asli di Lampung. Kedua, Agustinus Sasundu merupakan pembuat, pelatih, pengaransemen, dan konduktor alat musik bambu dari Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut). Ketiga, Atim Sualeman, salah satu pelaku debus Banten yang aktif mewariskan keahliannya kepada generasi muda, dan Keempat, Nurlaila, pelaku yang aktif dan mewariskan keahlian seni sulam kain Kerawang Gayo dari Aceh sehingga secara keseluruhan totalnya, menjadi 58 orang.Sementara untuk Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi 2016, Ramly menyebutkan, tahun ini pemerintah memberikan penghargaan untuk sembilan kategori dengan total 54 orang.Ada pun kategori tersebut meliputi, pertama, gelar tanda kehormatan dari Presiden RI kelas Bintang Budaya Parama Dharma sebanyak empat orang. Kedua, gelar tanda kehormatan dari Presiden RI kelas Satyalencana Kebudayaan sebanyak 10 orang. Ketiga, pencipta, pelopor, dan pembaru sebanyak 10 orang, Keempat, pelestarian berjumlah sembilan orang, Kelima, maestro seni tradisi berjumlah empat orang, Keenam, anak dan remaja berjumlah lima orang, Ketujuh, pemerintah daerah berjumlah tiga Pemda. Kedelapan, tiga media yang konsisten pada pengenalan seni. Kesembilan, tiga komunitas terbaik, dan; Ke-10, perorangan asing berjumlah tiga orang.Ramly mengatakan, masing- masing peraih anugerah diberi uang tunai sebesar Rp 50 juta dengan harapan, melalui program penganugerahan ini, dapat menginteralisasikan nilai budaya. Selain itu, dapat membangun kesadaran masyarakat sekaligus meningkatkan motivasi generasi muda untuk lebih penduli terhadap pengembangan kebudayaan Indonesia.Sebagai informasi penyerahan anugerah ini akan dilaksanakan pada Jumat, (23/9) di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki pada pukul 18.00 WIB oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.Dirjen Kebudayan, Hilmar Farid mengatakan, penganugerahan ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah sebagai rangsangan khusus kepada mereka yang menaruh perhatian. Pasalnya, mereka menjalankan dimensi yang penting melestarikan budaya kepada generasi muda.Disebutkan dia, dibalik sebuah karya tersirat sosok ataupun tokoh yang memiliki komitmen kuat terhadap pewarisan nilai- nilai kebudayaan, baik yang tak benda maupun benda. Oleh karena itu, pemerintah melalui Direktorat Kebudayaan dan bekerja sama dengan sejumlah juri mengusulkan nama-nama calon penerima penghargaan ini. (SP/l)


Tag:

Berita Terkait

Lembaran Budaya

Wanita Asal NTT Ditemukan Tewas Tergantung di Medan Sunggal

Lembaran Budaya

Dua Oknum Kepling di Medan Barat Terseret Kasus Narkoba, Anggota DPRD Minta Pemko Bertindak

Lembaran Budaya

Pemko Medan Bahas Penataan Penjualan Daging Nonhalal Bersama Tokoh Masyarakat

Lembaran Budaya

Korban Keracunan Mie Tek Tek di Sibolga Minta Kasus Diusut

Lembaran Budaya

Kejati Sumut Kembalikan Aset PT KAI Senilai Rp55,8 Miliar

Lembaran Budaya

BBPOM Medan Temukan Dua Takjil Mengandung Formalin