Perkawinan dengan Neanderthal Sebabkan Perbedaan Respon Imun Pada Manusia Modern

- Sabtu, 05 November 2016 18:42 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/11/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Perkawinan antara leluhur manusia modern dengan spesies Neanderthal menyebabkan perbedaan signifikan pada respon imun manusia modern di Eropa dan Afrika. Demikian kesimpulan dari studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Cell bulan ini.Penemuan ini menjelaskan mengapa orang Afrika umumnya lahir dengan sistem kekebalan yang lebih kuat dari orang Eropa. Misalnya, ketika peneliti mengetes bagaimana sel imun merespon bakteri Salmonella atau Listeria, mereka menemukan bahwa sel orang Afrika dapat mengurangi pertumbuhan bakteri tiga kali lebih baik dibanding sel orang Eropa.Di sisi lain, respon imun yang cepat juga membawa kerugian bagi orang-orang Afrika. "Salah satu kerugiannya, mereka lebih rentan terhadap penyakit inflamasi autoimun, seperti penyakit Crohn," kata Luis Barreiro, penulis studi ini sekaligus ahli genetik dari University of Montreal di Kanada.Dari hasil studi juga diketahui bahwa perbedaan tersebut dikarenakan manusia Eropa modern mewarisi beberapa informasi genetik dari Neanderthal. Selain itu, faktor lain seperti lingkungan juga berpengaruh."Hasil studi kami menemukan bahwa sistem imun orang Afrika dan Eropa telah berevolusi untuk merespon kebutuhan khusus yang dipengaruhi lingkungan spesifik mereka dengan lebih baik," kata Barreiro.Pendapat ini juga diperkuat oleh studi lain yang dilakukan oleh tim peneliti Institut Pasteur. Sangat mungkin iklim yang lebih dingin di Eropa menyebabkan kurangnya kebutuhan akan respon inflamasi untuk mengusir patogen berbahaya jika dibandingkan dengan iklim di Afrika. Selain itu, adaptasi ini juga memberikan keuntungan lain."Mengurangi respon inflamasi imun merupakan suatu cara untuk menghindari autoimunitas, inflamasi, dan reaksi alergi," kata Luis Quintana-Murci, pemimpin studi.Kedua tim mengakui bahwa diperlukan lebih banyak studi lanjutan untuk lebih menjelaskan mengapa cara kerja sistem kekebalan tubuh manusia begitu berbeda. Studi mengenai topik ini amat penting karena dapat membantu kita mengembangkan perawatan medis atau obat-obatan yang bisa disesuaikan dengan etnis tertentu agar proses pengobatan lebih maksimal. (GeographicNational/l)


Tag:

Berita Terkait

Lembaran Budaya

Wanita Asal NTT Ditemukan Tewas Tergantung di Medan Sunggal

Lembaran Budaya

Dua Oknum Kepling di Medan Barat Terseret Kasus Narkoba, Anggota DPRD Minta Pemko Bertindak

Lembaran Budaya

Pemko Medan Bahas Penataan Penjualan Daging Nonhalal Bersama Tokoh Masyarakat

Lembaran Budaya

Korban Keracunan Mie Tek Tek di Sibolga Minta Kasus Diusut

Lembaran Budaya

Kejati Sumut Kembalikan Aset PT KAI Senilai Rp55,8 Miliar

Lembaran Budaya

BBPOM Medan Temukan Dua Takjil Mengandung Formalin