Menelusuri Jejak Tanah Lelulur Kandidat Presiden Suriname di Banyumas

- Sabtu, 09 Mei 2015 20:08 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/05/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Raymond Sapoen, salah seorang kandidat calon presiden Suriname dalam pemilihan umum yang digelar pada Mei 2015, merupakan keturunan warga Desa Kanding, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kabar tersebut pun disambut gembira oleh warga Desa Kanding, Kecamatan Somagede, Banyumas.Ketua RT 01/RW 01 Desa Kanding Haryono mengaku sempat terkejut ketika kali pertama mendengar bahwa ada keturunan warga Desa Kanding yang menjadi kandidat calon presiden Suriname. Oleh karena itu, dia pun segera mencari kebenaran informasi tersebut dan berusaha menelusuri silsilah keluarga Raymond Sapoen di Desa Kanding."Saya sempat berbicara dengan warga untuk menelusuri kabar itu. Kami ikut senang karena jika memang dia (Raymond) keturunan Kanding, dia bisa membanggakan desa ini," katanya.Lebih lanjut, Haryono mengatakan bahwa berdasarkan hasil penelusuran, beberapa warga Kanding masih memiliki hubungan keluarga dengan Raymond Sapoen.Dalam hal ini, kata dia, pertalian saudara itu berasal dari buyut kandidat calon presiden Suriname itu."Mencari jejak keluarga Sapoen di sini memang sulit karena yang kami dengar, pertalian saudaranya dari nenek buyut Raymond Sapoen, yakni Sadem, yang merupakan ibunda Sapoen, kakek Raymond Sapoen," katanya.Sementara itu, keluarga kakek buyut Raymond Sapoen, yakni Samir, sudah tidak diketahui keberadaannya karena banyak yang telah meninggal dunia.Salah seorang saudara sepupu Sapoen (kakek Raymond Sapoen), Radam, mengatakan bahwa pada masa penjajahan Belanda, Sapoen pergi untuk bekerja di Sumatera bersama kedua orangtuanya, yakni Samir dan Sadem."Mereka tidak pernah pulang ke Kanding, dan kabarnya pergi ke luar negeri, tetapi enggak tahu ke mana. Selama masih di Kanding, Sapoen belum sempat menikah," kata dia, yang usianya selisih tiga tahun dengan Sapoen.Kabar mengenai adanya keturunan warga Desa Kanding menjadi kandidat calon presiden Suriname itu muncul dalam catatan seorang penulis bernama Arie Grobbe berdasarkan hasil penelusurannya di tanah leluhur Raymond Sapoen.Dalam tulisannya, Arie yang aktif di sebuah perkumpulan warga Jawa-Belanda itu menyebutkan bahwa nama Sapoen yang berangkat ke Suriname pada zaman penjajahan Belanda hanya dua orang, yaitu Sapoen dari Desa Kanding, Banyumas, dan Sapoen dari Desa Kedungwuluh, Purbalingga.Akan tetapi, Sapoen yang paling mirip dengan kandidat calon presiden Suriname, Raymond Sapoen, adalah Sapoen yang dari Desa Kanding, Banyumas.Hal itu diketahui berdasarkan foto Raymond Sapoen yang mirip dengan wajah salah seorang warga Desa Kanding, yakni Parsono, serta penuturan Radam yang juga saudara sepupu Sapoen."Saya ingin bisa menyambung tali silaturahim antara warga Jawa yang berada di Suriname dan yang masih tersisa di sini karena mereka telah lama terputus dengan tanah leluhurnya," kata Arie saat dihubungi wartawan. (Geographicnational/h)


Tag:

Berita Terkait

Lembaran Budaya

Ephorus HKBP Desak Pemerintah Pusat Perbaiki Jalan Rusak Parah di Nagasaribu Taput

Lembaran Budaya

PT Surya Jaya Agung Bagikan Sirup Sambut Idulfitri kepada Warga Seibuluh

Lembaran Budaya

Cekcok Picu Suami Aniaya Istri dan Kerabatnya Hingga Pingsan

Lembaran Budaya

RS Adam Malik Jadi Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama PPDS

Lembaran Budaya

TNI AD Berhasil Bangun 218 Jembatan Kurun Waktu 2,5 Bulan

Lembaran Budaya

Mayat Dalam Kontainer Gegerkan Warga Menteng VII, Diduga Diantar Ojol