Deklarasi dan Peletakan Batu Pertama Situs Silau Raja Namartua Sioma Pea-Pea, 18 Agustus 2015

* Akan Dikembangkan Menjadi Taman Wisata Budaya Silau Raja
- Sabtu, 15 Agustus 2015 15:45 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Samosir (SIB)- Yayasan Silau Raja bersama Forum Komunikasi Pelestarian Situs Silau Raja akan memulai  pembangunan Situs Silau Raja Namartua Sioma Pea-pea. Hal ini  sebagai wujud cinta kasih kepada leluhur Oppu Silau Raja nenek moyang  marga Malau Raja, Manik Raja, Ambarita Raja dan Gurning Raja.Pembangunan Situs Namartua Sioma Pea-pea di Ronggur  Nihuta, Kabupaten  Samosir,  akan diawali dengan  deklarasi serta peletakan batu pertama,  Selasa  (18/8). Ini menjadi tonggak baru bagi kelanjutan sejarah Silau Raja dan keturunannya khususnya bagi generasi penerus yang akan lestari  sepanjang zaman. Disamping pembangunan Situs-situs Silau Raja terdapat juga  pandangan hidup Silau Raja yang sangat baik untuk ditiru dan diteladani setiap keturunannya sehingga sangat tepat untuk diingat dan dilestarikan serta terus dijaga . Misalnya sifat dan perilaku berikut ;   “Parjaba-jaba di bibirna (bijaksana  ucapannya), Na so tanggam mida bohi (tidak surut menghadap siapapun), Jalana so maila mida rupa (tidak pilih kasih), Parlak-lak di tolonanna (tutur katanya sesuai aturan dan masalahnya), Par hatian nasoramonggal (membela mati-matian suatu keadilan), Par inggala   si bola tali (mengayomi sampai ke ujung masalah). Sijaga pijulu sijaga pintu jae (melindungi dari semua aspek). Tarida urat ditambor-tambori (memperkecil setiap permasalahan), Masuak dakka  di sihor-sihori  (yang  tertindas ditolong), Malos bulung taruanaek  (tidak pamrih).Pembangunan Situs Namartua Sioma Pea-pea menjadi awal pembangunan Situs-situs Silau Raja secara keseluruhan dan dikerjakan secara berkesinambungan bagi generasi ke generasi berikutnya. Ditambahkan, setiap peradaban mempunyai peninggalan sejarah yang sangat berharga bagi generasi berikutnya dan menjadi kekayaan tersendiri baik secara materiil maupun secara spritual yang harus dijaga dengan baik sebagai warisan budaya yang terpelihara. Demikian  halnya forum ini  selaku penerus budaya yang berakar silsilah dari Si Raja Batak tidak ketinggalan untuk menjaga dan melestarikan peninggalan nenek moyang apalagi   terkait dalam kehidupan sehari-hari dan terserap dalam sosial budaya yang tetap berjalan sampai kini. Salah satu yang menjadi perhatian serius dari Yayasan Silau Raja dan Forum Komunikasi Pelestarian Situs Silau Raja menitikberatkan pada peninggalan sejarah Silau Raja yang diketahui sebagai cucu bungsu dari Si Raja Batak yang dalam sejarah kehidupannya   tentu memiliki kisah dan berbagai peninggalan semasa hidupnya. Keturunan Silau Raja yang pada dasarnya terdiri dari marga-marga dalam kelompok yang terdiri dari Malau Raja, Manik Raja, Ambarita Raja dan Gurning Raja menjadi pihak yang berkepentingan untuk menjaga dan melestarikan peninggalan Silau Raja. Untuk itu Punguan Silau Raja yang ada di Jakarta bersama Yayasan Silau Raja telah membentuk Forum Komunikasi Pelestarian Situs Silau Raja untuk melaksanakan maksud dan tujuan tersebut. Pembangunan yang dimulai dari Namartua Sioma Peapea dengan membangun Rumah Parsattian dan Monumen akan dikembangkan dengan membangun situs-situs Silau Raja yang lainnya dan diintegritaskan menjadi tempat-tempat wisata ziarah budaya dan memusatkannya di Namartua Sioma Pea-pea sekaligus tempat ini kelak akan dikembangkan menjadi Taman Wisata Budaya Silau Raja. Demikian pengurus Yayasan Silau Raja dan Pengurus Forum Komunikasi Pelestarian Situs Silau Raja dari Jakarta. (DIK-DH/d)


Tag:

Berita Terkait

Lembaran Budaya

Ephorus HKBP Desak Pemerintah Pusat Perbaiki Jalan Rusak Parah di Nagasaribu Taput

Lembaran Budaya

PT Surya Jaya Agung Bagikan Sirup Sambut Idulfitri kepada Warga Seibuluh

Lembaran Budaya

Cekcok Picu Suami Aniaya Istri dan Kerabatnya Hingga Pingsan

Lembaran Budaya

RS Adam Malik Jadi Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama PPDS

Lembaran Budaya

TNI AD Berhasil Bangun 218 Jembatan Kurun Waktu 2,5 Bulan

Lembaran Budaya

Mayat Dalam Kontainer Gegerkan Warga Menteng VII, Diduga Diantar Ojol