Suku Batak Gelar Seni Budaya di Sawahlunto

- Sabtu, 19 September 2015 14:13 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/09/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Sawahlunto (SIB)- Pagelaran seni budaya bertajuk "Semalam di Ranah Batak" yang digelar oleh Paguyuban Suku Batak di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Sabtu malam (12/9), mampu menarik minat hampir seribuan orang masyarakat daerah itu.Ketua Paguyuban Suku Batak kota itu, S Hutagaol di Sawahlunto, mengatakan pada pagelaran yang dipusatkan di kawasan Lapangan Segitiga Sawahlunto tersebut, pihaknya menghadirkan sejumlah kegiatan seni dan budaya khas Suku Batak.Mereka tampilkan aneka seni dalam sebuah konsep hiburan yang atraktif dan penuh nilai-nilai pendidikan serta pesan moral tentang pentingnya menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan menjadikan keberagaman suku, adat, ras dan agama sebagai kekuatan bangsa di kancah pergaulan dunia."Dalam kegiatan tersebut, kami ingin menunjukkan sumbangsih kami kepada bangsa Indonesia, khususnya bagi Kota Sawahlunto yang saat ini terus melakukan terobosan-terobosan dalam mewujudkan visi sebagai kota wisata tambang yang berbudaya," katanya.Menurutnya, keberadaan masyarakat Suku Batak di kota itu sudah berlangsung sejak lama dan membaur dengan suku-suku lain dalam sebuah tatanan sosial yang rukun dan damai, sejak zaman penjajahan kolonial Belanda.Pembauran tersebut, lanjutnya, cukup menjadi bukti bagaimana adat istiadat yang berbeda ternyata mampu melahirkan sebuah kelompok masyarakat adat dan tumbuh menjadi salah satu potensi kepariwisataan yang mungkin tidak dimiliki oleh daerah lain."Kami berharap kegiatan ini mampu memupuk rasa persatuan dan kesatuan bagi generasi penerus bangsa Indonesia dan menjadi salah satu ikon pariwisata di Kota Sawahlunto," katanya.Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto, Ali Yusuf, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sumbangsih yang ditunjukkan oleh paguyuban-paguyuban masyarakat adat, khususnya masyarakat Suku Batak yang ada di kota itu selama ini."Nilai-nilai budaya seperti ini harus terus ditumbuhkembangkan sebagai alat pemersatu bangsa dan sekaligus mampu mempromosikan potensi kepariwisataan yang ada dalam konsep berbudaya dalam visi kota ini," katanya.Ia mengatakan, dalam mengembangkan kota itu sebagai salah satu daerah tujuan wisata pihak pemerintah terus berupaya menjaga kelestarian nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang ada dalam membangun penguatan basis-basis kepariwisataan.Secara perlahan, jelasnya, hal itu sudah mampu diwujudkan oleh pemerintah bersama masyarakat kota itu yang salah satunya adalah dengan berhasilnya Kota Sawahlunto masuk ke dalam "tentative list" sebagai kota warisan dunia oleh UNESCO."Sebagai bekas tambang yang sempat menjadi salah satu kota modern pada masa penjajahan kolonial Belanda, peninggalan berupa bangunan tua dan akulturasi budaya dari beberapa suku besar di Indonesia yang didatangkan ke Sawahlunto sebagai buruh paksa, ternyata mampu melambungkan nama kota ini di tingkat nasional dan internasional dengan segala keberagaman yang ada," ujarnya.Pada kegiatan pagelaran seni tersebut, Wali Kota Sawahlunto, Ali Yusuf, Wakil Wali Kota Sawahlunto, Ismed dan beberapa unsur pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Sawahlunto disambut dengan prosesi "Penghormatan Ulos", yakni dengan menyematkan kain khas Suku Batak sebagai bentuk penghargaan oleh utusan marga batak yang ada di Kota Sawahlunto.Selain itu, para undangan dan masyarakat juga dihibur dengan beberapa tarian yang dimiliki Suku Batak, serta nyanyian yang salah satunya dipersembahkan oleh Trio Batak Rantau (Batara) serta beberapa seniman lainnya, dengan nuansa khas Ranah Batak.  (Ant/d)


Tag:

Berita Terkait

Lembaran Budaya

Puncak Thailand, Tapi di Sumatera Barat

Lembaran Budaya

Puncak Lawang, ‘Negeri di Atas Awan’ dari Sumatera Barat

Lembaran Budaya

Pascabanjir, 144 Kecamatan di Sumatera Barat Terancam Longsor

Lembaran Budaya

Gempa 5,4 SR Guncang Sumatera Barat, Tak Berpotensi Tsunami

Lembaran Budaya

Polisi Bekuk Pejual Judi Toto Gelap

Lembaran Budaya

KPU Pasaman Sosialisasikan Pilkada dengan Sepeda Santai