Rupanya Bahasa Kuno Aborigin Hanya Mengenal Hingga Angka 5

- Sabtu, 26 September 2015 16:46 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/09/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Bahasa kuno Aborigin di Australia ternyata hanya mengenal angka sampai angka 5. Namun belakangan bahasa ini berkembang dan kata untuk angka 7, misalnya, merujuk pada bentuk bumerang.Demikian terungkap dalam laporan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Proceedings of the Royal Society B, Rabu (16/9).Penelitian ini mengungkapkan bahwa bahasa kuno penduduk Australia tidak statis melainkan menyesuaikan diri pada kebutuhan terhadap kata-kata baru.Penelitian ini merupakan kolaborasi yang dipimpin Professor Claire Bowern dan Kevin Zhou dari Yale University.Dr Bowern, yang merupakan lulusan Australian National University, menggunakan data yang ia kumpulkan selama 8 tahun berupa 750 ribu kata yang dipergunakan oleh sekitar 400 bahasa aborigin.Penelitian ini fokus pada sistem angka dalam rumpun bahasa Pama-Nyungan, yang mencakup hampir 70 persen bahasa asli Australia.Tim peneliti menerapkan metode analisa yang biasa dipergunakan dalam bidang biologi evolusi untuk merekonstruksi asal-usul bahasa aborigin saat ini."Dengan metode rekonstruksi ini kita bisa mengetahui bagaimana bahasa ini dipergunakan 5000 tahun silam," jelas Dr Bowern.Dijelaskan, bahasa yang dipergunakan manusia dari era berburu dan mengumpul makanan masih memiliki keterbatasan dalam konsep angka."Hampir semua bahasa aborigin memiliki batasan angka tertinggi," katanya.Dr Bowern menjelaskan, batasan ini bervariasi namun umumnya angka tertinggi yang mereka pergunakan adalah angka 5."Namun ada beberapa komunitas yang mengenal konsep angka di atas 10," jelasnya.Suku Aborigin di Australia ...Suku Aborigin di Australia masih meneruskan budayanya secara turun temurun. Hal itu, kata Dr Bowern, masuk akal jika tidak ada kebutuhan untuk menghitung lebih dari batasan jumlah yang kecil.Namun demikian, penelitian ini menunjukkan sejumlah bukti bahwa bahasa aborigin dewasa ini telah beradaptasi."Mereka menciptakan konsep angka berdasarkan bentuk simbol angka dalam bahasa Inggris," jelasnya.Ia mencontohkan, kata "tujuh" merujuk pada bentuk bumerang yang berbentuk simbol angka 7. (Geographicnational/h)


Tag:

Berita Terkait

Lembaran Budaya

Ephorus HKBP Desak Pemerintah Pusat Perbaiki Jalan Rusak Parah di Nagasaribu Taput

Lembaran Budaya

PT Surya Jaya Agung Bagikan Sirup Sambut Idulfitri kepada Warga Seibuluh

Lembaran Budaya

Cekcok Picu Suami Aniaya Istri dan Kerabatnya Hingga Pingsan

Lembaran Budaya

RS Adam Malik Jadi Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama PPDS

Lembaran Budaya

TNI AD Berhasil Bangun 218 Jembatan Kurun Waktu 2,5 Bulan

Lembaran Budaya

Mayat Dalam Kontainer Gegerkan Warga Menteng VII, Diduga Diantar Ojol