Memahami Keroncong Lewat Perkembangan Definisinya

- Sabtu, 19 Desember 2015 16:34 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/12/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SEDIKIT sulit menjelaskan apa itu keroncong. Apakah dia sebuah alat musik, atau salah satu jenis musik. Yang pasti, keroncong sangat identik di Indonesia, di Jawa, pada khususnya. Beberapa maestro keroncong, seperti (alm) Kusbini, berasal dari Yogyakarta. Bergeser ke Solo, satu nama yang tidak bisa tidak untuk disebut, siapa lagi, kalau bukan (alm) Gesang.Namun, jika sahabat masih bertanya-tanya, apa itu keroncong, barangkali penjelasan Victor Ganap, dalam jumpa pers Pasar Keroncong Kotagede, Kamis (10/12) di Restoran Omah Dhuwur bisa memberi pencerahan.Jika berbicara mengenai keroncong, pertama-tama, berarti kita membicarakan sebuah (dua buah) alat musik “yang dahulu dikenal dengan Cuk dan Cak,” ujar Victor. “Alat musik ini yang sebenarnya menjadi inti dari musik keroncong.” Itu artinya, tidak akan ada musik keroncong tanpa ada dua alat musik tersebut, yang disebut Victor sebagai ruh dari musik keroncong.Dalam perkembangannya, keroncong menjadi nama orkes, yang lazim disebut orkes keroncong. Orkes keroncong berbeda dengan kelompok musik (band) pada umumnya, “Karena orkes keroncong tidak suka dengan drum set,” jelas Victor. “Oleh sebabnya (tidak memakai drum set), keroncong tidak disukai anak-anak muda.”Lagi, keroncong kemudian berkembang menjadi jenis (genre) musik. Dalam musik keroncong sendiri terdapat berbagai bentuk, seperti langgam keroncong dan stambul keroncong.Perkembangan keroncong yang terakhir, menurut Victor, di mana keroncong menjadi pola ritma. Victor mencontohkan bagaimana Orkes Tetap Segar pimpinan Rudi Pirngadie yang memainkan lagu-lagu pop barat dengan pola ritma keroncong dalam acara New York World’s Fair.Empat definisi di atas, menurut Victor, juga dapat menjadi bukti bahwa keroncong adalah kesenian asli Indonesia. Meski demikian, keroncong memang berangkat dari peninggalan Portugis lewat Cak dan Cuk, juga lewat lagu Keroncong Moresco.Nenek moyang Cak dan Cuk berasal dari Portugis, dulu dikenal dengan nama cavaquinho. Alat musik ini oleh masyarakat dunia, lebih dikenal dengan ukulele.Sedang Keroncong Moresco, menurut situs Art Music Today, merupakan bukti kuat atas sejarah kesenian Bangsa Moor yang masuk dan berkembang di Portugal, yaitu lagu Moresco. Di Indonesia, Kusbini adalah sosok yang pertama kali memperkenalkan keroncong Moresco ke khalayak.Victor Ganap telah melakukan riset tentang keroncong sejak 1998, yang pada akhirnya dibungkus dalam sebuah buku berjudul “Kerontjong Toegoe” (BP ISI Yogyakarta, 2011). (Geographicnatural/h)


Tag:

Berita Terkait

Lembaran Budaya

KASAD Maruli Simanjuntak Resmikan Jembatan Bailey di Boronadu Nisel

Lembaran Budaya

Teknologi Layanan Kelas Dunia, Kunci Strategi Singapore Airlines Memanjakan Penumpang

Lembaran Budaya

Dinilai Kriminalisasi Oknum Guru, Kelompok Mahasiswa Unjuk Rasa di YPQ Asahan

Lembaran Budaya

Tanaman Kopi di Silimakuta Diserang Penyakit Busuk Buah

Lembaran Budaya

Pomparan St Kornelius Hibahkan Tanah ke Kantor Pusat HKBP, Ephorus Ucapkan Terima Kasih

Lembaran Budaya

DPRD Sumut Usulkan PT AIJ Bertransformasi Jadi Perseroda untuk Tingkatkan PAD