China Ingatkan AS Jangan Campuri Urusan Hong Kong

- Selasa, 08 April 2014 11:30 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/04/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Hong Kong (SIB)- Pemerintah China mengingatkan Amerika Serikat untuk tidak mencampuri urusan Hong Kong. Peringatan ini disampaikan Beijing setelah Wakil Presiden AS Joe Biden bertemu dengan dua tokoh pro demokrasi paling terkenal di Hong Kong.Dalam pertemuan yang digelar di Gedung Putih pekan lalu itu, Biden berbicara dengan Martin Lee, pendiri partai oposisi Hong Kong, Democratic Party dan Anson Chan, mantan orang nomor dua dalam pemerintahan Hong Kong.Menurut statemen Gedung Putih seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (7/4), Biden menekankan "dukungan sejak lama kami untuk demokrasi di Hong Kong".Atas pertemuan itu, Beijing memberikan respons resminya. Pejabat pemerintah China mengatakan seperti dikutip kantor berita resmi China, Xinhua, AS harus terus mencegah merusak hubungan China-AS. Apalagi Hong Kong saat ini tengah berada di masa kritis reformasi politik. Beijing menentang keras intervensi oleh negara manapun dalam urusan dalam negeri China.Hong Kong merupakan bekas wilayah kolonial Inggris yang kini merupakan wilayah administratif khusus China. Inggris menyerahkan kota pusat finansial itu ke China pada tahun 1997 berdasarkan perjanjian yang memberikan status semiotonomi kepada Hong Kong.Hagel Berkunjung ke Kapal Induk ChinaMenteri Pertahanan Amerika Serikat, Chuck Hagel, berkeliling di dalam kapal induk China dalam lawatan tiga harinya ke negara itu. Hagel, yang tiba di pelabuhan Qingdao dari Jepang, merupakan pejabat tinggi Barat pertama yang naik ke dalam kapal induk China. China membelinya dari Ukraina pada tahun 1998 dan menghabiskan waktu 10 tahun untuk mengembangkannya. Kapal induk ini dilihat sebagai lambang dari ambisi China dalam memodernkan Angkatan Lautnya di tengah meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan dan Laut China Timur terkait pulau-pulau yang menjadi sengketa China dan negara-negara lain di Asia.Pemerintah Amerika Serikat sudah berulang kali mendesak agar Beijing lebih transparan dalam anggaran militernya. Para pejabat Amerika Serikat mengatakan kunjungan menteri pertahanan ke pangkalan Angkatan Laut Yuchi di Liaoning ini merupakan permintaan AS. Tidak ada rincian lebih lanjut dari kunjungan selama dua jam tersebut, yang tidak diliput oleh para wartawan. Kapal induk ini dibangun pada tahun 1980 untuk Angkatan Laut Uni Soviet namun tidak pernah tuntas.Ketika Uni Soviet ambruk tahun 1991, kapal yang diberi nama Varyag ini bersandar di dok di Ukraina sebelum dibeli sebuah perusahaan yang memiliki hubungan dengan Tentara Pembebasan Rakyat China, PLA. Saat itu disebutkan bahwa kapal akan dijadikan kasino mengapung di Makau dan tahun 2011 ditegaskan sedang dikembangkan untuk menjadi kapal induk pertama China. (AFP/dtc/BBC/f)Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 8 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Anak Wisatawan Asal Indonesia Tewas Tertabrak Mobil di Chinatown Singapura

Luar Negeri

China Kurangi Babi Putih Impor, Babi Hitam Lokal Kian Diminati

Luar Negeri

Dua Jenderal Tertinggi China Dicopot, Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir dan Rencana Kudeta

Luar Negeri

Imigrasi Amankan 26 WNA China Terkait Penyerangan Aparat TNI di Ketapang

Luar Negeri

Tim Mabes TNI Datangi Lokasi WNA China di Ketapang Usai Penyerangan Prajurit

Luar Negeri

Tim Mabes TNI Datangi Permukiman WN China di Ketapang Usai Penyerangan Prajurit Yonzipur 6