Australia: Tak Ada Kompromi dengan China Menyangkut Pertanian

- Senin, 14 April 2014 14:28 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/04/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Canberra (SIB)- Menteri Perdagangan Australia, Andrew Robb, meyakinkan rekan-rekannya di Pemerintahan Koalisi, tak akan ada perubahan dalam aturan investasi asing pada sektor pertanian walau kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok terus dimatangkan.Pemerintah Federal Australia merencanakan kesepakatan perdagangan bebas dengan Tiongkok bisa dicapai akhir tahun ini. Saat ini, Menteri Perdagangan Andrew Robb tengah berada di Tiongkok bersama PM Tony Abbott, merundingkan kesepakatan ini.Kepada ABC, Mendag menegaskan ia tak akan merubah kebijakan investasi asing pada sektor pertanian. “Batasan 15 juta dolar di sektor pertanian masih berlaku terhadap semua negara, sebelum investasi mereka dikaji Badan Peninjauan Investasi Asing (FIRB), tak ada perubahan apapun,” ujarnya.Meskipun demikian, pemerintah Australia berencana meringankan aturan terhadap investor non-swasta (negeri) dalam skema perdagangan bebas dengan Tiongkok.Tiongkok meminta Australia melonggarkan prosedur yang dijalankan FIRB terhadap investasi perusahaan yang dikontrol dan dimiliki pemerintah negeri Tirai Bambu tersebut. Bak gayung bersambut, pemerintah Australia menaruh perhatian pada permintaan ini. “Kami ingin mempertimbangkan dengan seksama peran yang telah dijalankan perusahaan milik pemerintah Tiongkok sebagai warga negara Korporat di Australia ... lapangan kerja yang mereka ciptakan, investasi yang mereka munculkan, pajak yang mereka selalu bayar, mereka telah berkontribusi pada kualitas hidup kita,” urai Mendag Robb.Lebih lanjut ia menambahkan, PM Abbott telah mengusulkan kepada PM Tiongkok, Li Keqiang, untuk memulai negosiasi atas isu ini. “Kita harus sedikit lebih kreatif menangani isu ini. Harus benar-benar cermat memperlakukan perusahaan negeri dan di sisi lain tetap memperhatikan perusahaan swasta,” ujarnya. Mendag Robb ingin menarik investasi asing untuk menanamkan modalnya di proyek agrikultur di utara Australia dan juga di bagian lain negeri Kanguru ini. “Kita harus berpikir rasional dan berimbang dalam membahas isu ini jika kita ingin mengambil peluang-peluang yang tengah tumbuh pesat di Tiongkok,” tegasnya. (ABCradioaustralia/q)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

BBMKG Wilayah I Ungkap Tingginya Aktivitas Gempa di Sumatera Sepanjang 2025

Luar Negeri

Kembang Api Ilegal Picu Korban Luka dan Kebakaran Dahsyat Saat Malam Tahun Baru di Australia

Luar Negeri

Penembakan di Pantai Bondi Sydney Australia, 10 Orang Tewas

Luar Negeri

Australia Jadi Negara Pertama Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial

Luar Negeri

Jelang Demo Tolak Imigran di Australia, KBRI Imbau WNI Waspada

Luar Negeri

Navigator College Australia Disambut Gembira di SMA GKPS 1 Pamatangraya