VALPARAISO (SIB)- Kebakaran besar menghanguskan sebagian wilayah kota pelabuhan Valparaiso, di Chile pada Sabtu dan Minggu waktu setempat. Akibat peristiwa ini, sedikitnya 500 rumah warga terbakar dan dua orang dilaporkan tewas, serta ribuan warga harus dievakuasi.Ribuan orang terpaksa mengungsi dari kota itu untuk menghindari sambaran api yang semakin merambat ke daerah perkotaan karena angin kencang yang datang dari Samudera Pasifik. Presiden Michelle Bachelet menugaskan tentara untuk melakukan evakuasi setelah menetapkan kota Valparaiso sebagai daerah bencana. Sebagian besar wilayah Valparaiso juga mengalami pemadaman listrik. Walikota Jorge Castro berbicara kepada Televisi Nasional Chile bahwa tenda-tenda pengungsian sudah disiapkan untuk ribuan warga yang terpaksa keluar dari rumah. "Valparaiso tanpa listrik saat ini dan lidah api merambat dengan cara yang tampaknya tak terkendali," kata Castro seperti dilansir dari Reuters, Minggu (13/4).Upaya untuk memadamkan api terhambat oleh angin pantai Pasifik yang kuat sehingga mendorong api lebih dalam lingkungan kota. "Cuaca memperumit situasi," kata pejabat darurat Guillermo de la Mazza kepada wartawan. "Evakuasi adalah prioritas utama kami, bersama dengan mengendalikan api itu sendiri." Pasukan keamanan Chile menggelar patroli di jalan-jalan setelah Presiden Chile Michelle Bachelet mengumumkan keadaan darurat. Wali Kota Valparaiso, Jorge Castro, pun mengambarkan peristiwa tersebut sebagai kebakaran terburuk dalam sejarah di kota tersebut. Valparaiso adalah salah satu pelabuhan paling penting di negara itu, yang terletak sekira 135 kilometer (km) di sebelah barat ibu kota Santiago. (Rtr/R16/w)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.