Militer dan Pemberontak Myanmar Baku Tembak, 22 orang Tewas

- Senin, 21 April 2014 11:47 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/04/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Yangon (SIB)- Pertempuran antara tentara dan pemberontak etnik minoritas di Myanmar utara menewaskan setidaknya 22 orang bulan ini, Minggu (20/4), menyuramkan harapan bagi satu perjanjian perdamaian di seluruh negara itu. Pertumpahan darah di negara bagian Kachin, lokasi perang saudara yang aktif terbaru di negara bekas kekuasaan junta itu, menyebabkan  puluhan ribu orang mengungsi dan mengurangi optimisme bagi reformasi-reformasi politik.Delapan tentara pemerintah, termasuk seorang perwira, tewas dalam bentrokan senjata bulan ini, kata satu pernyataan militer yang disiarkan oleh surat kabar Myawaddy milik militer. Militer juga menemukan 14 mayat petempur Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA) beserta senjata-senjata mereka.Tidak ada segera komentar dari KIA, salah satu dari tentara-tentara pemberontak terbesar negara itu. Sumber-sumber Kachin mengatakan ribuan warga desa mengungsi di sepanjang perbatasan dengan Tiongkok. Menurut PBB, sekitar 100.000 orang terlantar di desa-desa terpencil daerah yang kaya sumber alam sejak gencatan sejata 17 tahun antara pemerintah dan pemberontak yang dilanggar Juni 2011.Militer mengatakan pertempuran meletus awal bulan ini setelah satu dari para perwiranya tewas dalam serangan oleh KIA, yang memicu Myanmar mengirim pasukan ke daerah-daerah sepanjang jalur pasokan. Pemerintah reformis Presiden Thein Sein menandatangani sejumlah  perjanjian perdamaian sementara dengan kelompok-kelompok pemberontak penting di perbatasan  negara yang dilanda perang saudara sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris tahun 1948. Setelah melakukakan serangkaian perundngan, pemerintah dan pemberontak Kachin menandatangani satu rencana tujuh pasal Mei 2013 yang bertujuan untu menghentikan permusuhan.Pada saat ini perjanjian itu dipuji sebagai satu terobosan oleh pemerintah, yang kini sedang berusaha menandatangani satu gencatan senjata di seluruh negara itu dengan satu koalis kelompok pemberontak untuk menghidupkan kembali kepercayaan reformasinya sementara negara itu membujuk para investor dan donor asing datang. Perundingan babak lainnya menurut rencana akan diselenggarakan awal Mei kendatipun mungkin ditunda karena kerusuhan baru, kata seorang yang dekat dengan perundingan itu.Sejak puluhan tahun kekuasaan militer yang baru berakhir tiga tahun lalu, mantan jenderal Thein Sein mendapat pujian internasional  dengan membebaskan ratusan tahanan politik, mencabut sensor dan mengizinkan pemimpin oposisi Aung San Suu-Ky menjadi anggota parlemen. Tetapi optimisme itu dinodai oleh konflik Kachin, beberapa di antaranya terjadi antara warga Buddha dan Muslim di sejumlah daerah negara itu dan kekhawatiran akan undang-undang yang menindas tetap diberlakukan. (Ant/AFP/ r)Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 21 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Gaza Kembali Dibombardir, 12 Tewas Jelang Pembukaan Perbatasan Rafah

Luar Negeri

Dua Jenderal Tertinggi China Dicopot, Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir dan Rencana Kudeta

Luar Negeri

Tangis Haru Pecah Usai 21 Terdakwa Penganiaya Prada Lucky Divonis dan Dipecat

Luar Negeri

Jet Pribadi Jatuh, Panglima Militer Libya Tewas

Luar Negeri

Junta Militer Myanmar Serang RS di Rakhine

Luar Negeri

Militer Myanmar Gerebek Markas Penipuan Online, 350 Orang Ditangkap