Tutu: Afrika Tengah di "Ambang Genosida"

- Rabu, 23 April 2014 19:25 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/04/hariansib_Tutu--Afrika-Tengah-di---Ambang-Genosida--.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Johannesburg (SIB)- Peraih penghargaan Nobel Perdamaian Desmond Tutu, Minggu, memperingatkan bahwa Republik Afrika Tengah berada “di ambang genosida”, saat ia mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk mendamaikan perbedaan mereka dan “kembali belajar untuk hidup bersama”.“Selama 13 bulan terakhir, bangsa itu tampaknya tak berhenti berjuang mengatasi kekuasaan politik dan sumber daya yang telah berubah menjadi anarki, kebencian dan pembersihan etnis - negara itu berdiri di ambang genosida, sebagian orang bahkan akan mengatakan itu sudah dimulai,” kata Uskup Agung Emeritus Tutu dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh yayasan perdamaiannya .Bekas koloni Perancis itu, salah satu negara termiskin di dunia , terperosok ke dalam krisis setelah kudeta oleh pemberontak Seleka yang mayoritas Muslim pada Maret tahun lalu .Setelah merebut kekuasaan , beberapa gerilyawan menjadi liar dan memulai kampanye pembunuhan, pemerkosaan dan penjarahan.Pelanggaran itu mendorong warga yang mayoritas Kristen untuk membentuk kelompok main hakim sendiri, melakukan gelombang  pembunuhan brutal yang menyebabkan ribuan orang tewas dan hampir satu juta orang mengungsi.Dalam pesannya , Tutu menyerukan kepada warga di semua sisi yang terlibat konflik - Kristen , Muslim dan Ateis - untuk “ menghidupkan kembali semangat toleransi “ .“ Ketika kita mengampuni kita membebaskan diri kita sendiri dan menabur benih untuk sebuah awal baru, hal itu memiliki efek untuk berkembang yang kuat , “ katanya.“Saat ini rakyat Republik Afrika Tengah yang memegang kunci untuk perdamaian yang berkelanjutan. Rakyatlah yang harus kembali belajar untuk hidup bersama , “ katanya .Dengan makin memburuknya krisis kemanusiaan di negara itu, menurut dia pengerahan pasukan penjaga perdamaian PBB yang baru - yang akan menempatkan 12 ribu prajurit di lapangan - adalah “ bantuan besar-besaran “ dan akan membantu “ melindungi rakyat dari diri mereka sendiri “ .“ Mereka akan membantu untuk memulihkan sistem yang rusak , termasuk kepolisian dan keadilan , “ katanya .(Ant/AFP/W) Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Yahdi Khoir Harahap: Tak Patuh Aturan Kelola Limbah, PT SAS di Batubara Direkomendasikan Ditutup

Luar Negeri

IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat, Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Baru Rp2,52 Juta/Gram

Luar Negeri

HKI Elshaddai Bah Jambi Gelar Ibadah Tutup Tahun 2025

Luar Negeri

GBKP Setia Budi Medan Gelar Ibadah Tutup Tahun 2025 dengan Khidmat

Luar Negeri

Seminar Natal Nasional Serukan Pertobatan Ekologis

Luar Negeri

Kasus Flu Meledak, Sejumlah Sekolah di Inggris Kembali Terapkan Protokol Mirip COVID-19