Hamas-PLO Sepakat Akhiri Perpecahan Internal

- Kamis, 24 April 2014 19:31 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/04/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Kota Gaza (SIB)- Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dan Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization/PLO) pada Selasa malam (22/4) sepakat melaksanakan kesepakatan dan kesepahaman guna mengakhiri perpecahan internal yang sudah berlangsung delapan tahun.Delegasi PLO yang dipimpin oleh Azzam Al-Ahmed, anggota Faksi Fatah --pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas--, tiba di Jalur Gaza pada Selasa pagi untuk bertemu dengan para pemimpin Hamas mengenai penerapan kesepahaman dan kesepakatan perujukan mereka.Itu adalah untuk pertama kali sejak Hamas mengambil alih daerah kantung pantai tersebut, delegasi pejabat senior PLO datang ke Jalur Gaza untuk mengkaji pelaksanaan kesepakatan perujukan yang ditandatangani Fatah dan Hamas di Kairo, Mesir, pada 2011 dan di Qatar pada 2012.Ismail Haneya, Perdana Menteri Hamas--yang memerintah di Jalur Gaza-- dan juga Wakil Pemimpin Hamas, memberitahu anggota delegasi itu di Kota Gaza bahwa sekarang "adalah era penerapan dan bukan era dialog lagi".Ia menyerukan penerapan penuh semua kesepakatan, kesepahaman dan persetujuan yang ditandatangani oleh kedua pihak di Kairo dan Doha. Al-Ahmed juga menyampaikan optimisme ke arah penerapan semua kesepakatan tersebut. "Kami mencapai momen nol bagi diakhirinya perpecahan internal," katanya seperti dilansir kantor berita Xinhua.Ia juga menegaskan pembicaraan dengan para pemimpin Hamas di Jalur Gaza akan mencakup pembentukan pemerintah persatuan dan penetapan tanggal penyelenggaraan pemilihan presiden dan anggota parlemen serta pemilihan anggota Dewan Nasional Palestina, Parlemen PLO di pengasingan.Sejak tahun 2011, Hamas dan Fatah gagal untuk menjalankan kesepakatan bersatu akibat pertikaian dalam pembagian kekuasaan dan juga konflik dengan Israel. Hanya sedikit warga Palestina yang mengharapkan terobosan dalam kebuntuan perundingan kedua kelompok yang semakin memperburuk kondisi politik Palestina.Sementara PM Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas atas pembicaraan yang dilakukannya dengan Hamas. PM Netanyahu meminta Presiden Abbas untuk memilih perdamaian dengan Israel atau Hamas, yang merupakan musuh Israel."Apakah dia (Abbas-red) menginginkan perdamaian dengan Hamas atau perdamaian dengan Israel?" tanya PM Netanyahu kepada wartawan, seperti dilansir Reuters, Rabu (23/4). "Anda bisa mendapat salah satu, tapi tidak yang lain. Saya harap dia memilih perdamaian. Sejauh ini, dia belum melakukan hal itu," tegasnya.PM Netanyahu menuding Presiden Abbas telah memberikan permintaan yang tidak bisa diterima. Menurutnya, Abbas meminta Israel untuk membekukan aktivitas pemukiman di Yerusalem dan fokus pada penetapan demarkasi Palestina. "Kami berusaha untuk memulai kembali perundingan dengan Palestina. Setiap kali, kami mencapai poin tertentu, muncul syarat tambahan yang dia (Abbas) tahu Israel tidak akan bisa mengabulkan," tandasnya. (Detikcom/f)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Menlu Sugiono Pantau Kasus Penculikan ABK WNI di Gabon, Koordinasi dengan Kedubes Tiongkok

Luar Negeri

Indonesia Dinominasikan Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026

Luar Negeri

Luhut Pandjaitan Terima Kunjungan Presiden Prabowo di Hari Natal 2025

Luar Negeri

Konser Ayumi Hamasaki di Shanghai Batal, Sang Diva Tetap Tampil Tanpa Penonton

Luar Negeri

WALHI Sumut: Tujuh Perusahaan Diduga Jadi Biang Keladi Bencana Ekologis di Tapanuli

Luar Negeri

Mahasiswa Papua Unjuk Rasa ke DPRD SU Desak Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Tanah Papua