Perth (SIB)- Otoritas Australia memimpin misi pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hingga kini terus dilakukan. Australia menyatakan, biaya yang dihabiskan untuk pencarian tersebut tidak menjadi persoalan. Pernyataan ini menanggapi misi pencarian yang melibatkan kapal selam mini Bluefin-21 sejak pekan lalu, namun belum membuahkan hasil signifikan. Sebagai pemimpin operasi yang melibatkan banyak negara, Australia menanggung sebagian besar biaya dalam misi pencarian yang disebut-sebut sebagai yang termahal dalam sejarah penerbangan dunia."Akan ada sejumlah masalah biaya di masa mendatang, tapi ini bukan semata tentang biaya. Kami ingin menemukan pesawat ini. Kami ingin menyampaikan kepada rekan kami di Malaysia dan China, bahwa ini bukan tentang biaya, kami ingin membantu mereka di saat kondisi tragis seperti ini," ucap Menteri Pertahanan Australia David Johnston kepada wartawan seperti dilansir AFP, Rabu (23/4). China yang sebagian besar warganya ada di dalam pesawat tersebut dan juga Malaysia termasuk dalam delapan negara yang terlibat dalam operasi pencarian MH370 yang kini difokuskan di Samudera Hindia.Pencarian MH370 yang dilakukan dengan pesawat militer dan kapal selama sebulan lebih tidak berujung pada temuan penting di permukan laut. Sejak dua pekan lalu, misi pencarian difokuskan pada pencarian bawah laut dengan menggunakan kapal selam mini milik militer Amerika Serikat, Bluefin-21.Johnston tidak membantah bahwa otoritas Australia tetap membuat perkiraan biaya yang dihabiskan dalam misi ini. Jika memang Bluefin-21 gagal menemukan lokasi kotak hitam atau puing MH370, maka pencarian akan bergerak ke fase yang baru. Apapun yang terjadi, Johnston menegaskan, Australia tetap berkomitmen pada tugas pencarian ini."Kami bergerak ke fase selanjutnya yakni kepada jenis program sonar single sideband yang lebih intensif, saya kira, tapi biarlah kita dengar saran para ahli soal ke mana kita harus bergerak," tuturnya. "Namun demikian, antusiasme, dedikasi dan komitmen untuk melakukan apa yang telah kami lakukan tidak akan berkurang, kami masih di luar sana, kami masih terbang, kami masih ada di permukaan laut, di atas kapal kami. Kami masih terus mencari," tegas Johnston.Menurut Johnston, otoritas Australia kini tengah berbicara dengan mitra-mitranya mengenai aset apa saja yang akan dibutuhkan untuk fase selanjutnya, terkait misi pencarian MH370. "Kami terus bekerja sekarang, berkonsultasi dengan mitra kami," tandasnya.Walau tim pencari sejauh ini belum menemukan serpihan pesawat MH370, hal itu tidak mengurangi niat Australia sebagai pemimpin operasi tersebut, bersumpah untuk terus melanjutkan pencarian MH370. Penegasan semacam ini merupakan yang kesekian kalinya disampaikan oleh pemerintah Australia demi memastikan publik dan keluarga korban bahwa pencarian MH370 tidak akan dihentikan meskipun tidak ada hasil konkret yang didapat. Kali ini, Perdana Menteri Tony Abbott menyampaikan penegasan ini setelah Joint Agency Coordination Centre (JACC) mengumumkan penundaan pencarian MH370 via udara akibat cuaca buruk di area pencarian. Dalam pernyataannya, PM Abbott mengakui bahwa strategi pencarian akan diubah dengan kapal selam mini milik Amerika Serikat gagal menemukan jejak MH370."Kita mungkin akan memikirkan ulang soal (strategi) pencarian, tapi kami tidak akan istirahat hingga kami melakukan semua yang kami mampu untuk menyelesaikan misteri ini," tegas PM Abbott. "Satu-satunya cara untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi adalah dengan terus mencari zona yang terdampak hingga kami menemukan sesuatu atau hingga kami melakukan pencarian menyeluruh sesuai kemampuan manusia," imbuhnya.JACC menunda pencarian MH370 via udara untuk dua hari berturut-turut akibat cuaca buruk. Dijelaskan bahwa tiga pesawat militer yang sudah berangkat ke area pencarian, terpaksa kembali lagi ke Perth. "Kondisi cuaca terkini menunjukkan arus laut yang besar dan jarak pandang yang buruk dan membuat pencarian via udara tidak efektif dan berpotensi membahayakan," jelas JACC.Namun JACC menambahkan, sebanyak 12 kapal yang ikut dalam misi pencarian akan melanjutkan tugas mereka seperti yang telah direncanakan. Sementara, kapal selam mini Bluefin-21, menurut JACC, semakin mendekati akhir tugasnya menyisir area seluas 10 kilometer persegi yang diyakini menjadi lokasi kotak hitam MH370. (Detikcom/f)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.