Washington (SIB)- Presiden Amerika Serikat Barack Obama meninggalkan negaranya untuk bertolak ke kawasan Asia dalam rangka kunjungan kenegaraan. Selama seminggu, Obama akan mengunjungi sejumlah negara di kawasan Asia, seperti Jepang, Korea Selatan, Malaysia dan Filipina.Seperti dilansir AFP, Rabu (23/4), Obama terbang dari Pangkalan Udara Andrews dengan menggunakan pesawat Air Force One pada Selasa (22/4) waktu setempat. Obama sempat mampir sebentar di Washington untuk mengunjungi korban tanah longsor di Oso, yang berjarak 95 kilometer dari Seattle. Dari Washington, Obama akan melanjutkan penerbangan ke Jepang, Korsel, Malaysia dan Filipina. Kunjungan ke Asia ini merupakan yang kelima kalinya dilakukan Obama selama menjabat Presiden AS.Selama kunjungannya ke Asia ini, Obama akan berupaya memajukan perundingan mengenai kesepakatan perdagangan Trans Pacific Partnership (TPP), serta memastikan mitra potensial AS di kawasan tersebut. Pejabat senior AS mengatakan, baik otoritas perdagangan AS dan Jepang terus bekerja meminimalisir ketimpangan dalam akses pasar dalam sektor pertanian yang mungkin memperlambat perundingan TPP.Di Seoul, Obama akan melakukan pembicaraan empat mata dengan Presiden Park Geun Hye. Pembicaraan tersebut akan difokuskan pada sikap provokatif Korut. Presiden AS juga akan berusaha meredakan ketegangan antara Korsel dan Jepang. Selanjutnya, Obama akan bertolak ke Malaysia. Kunjungan ini merupakan kunjungan langka, karena Obama menjadi presiden AS pertama yang berkunjung ke Malaysia, setelah Lyndon Johnson tahun 1966 lalu.Di Malaysia, Obama akan menghadiri makan malam kenegaraan pada 26 April. Kemudian sehari setelahnya, Obama akan melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Najib Razak, lalu mengunjungi Masjid Nasional di Kuala Lumpur. Masih dalam rangkaian kunjungan tersebut, Obama juga akan memberikan pidato di Malaya University.Selanjutnya, pada 28 April, Obama akan bertolak ke Filipina untuk bertemu Presiden Benigno Aquino. Obama dijadwalkan akan menggelar konferensi pers gabungan bersama Presiden Aquino dan juga menghadiri makan malam kenegaraan. Tak lupa, Obama juga akan mengunjungi makam tentara AS korban Perang Dunia II di negara tersebut.Namun rencana kedatangan Obama ke Filipina mendapat penolakan. Sekitar 100 aktivis sayap kiri yang berunjukrasa di depan Kedubes AS di Manila terlibat bentrok dengan polisi. Kedatangan Obama diperkirakan akan menandatangani kesepakatan menambah jumlah kehadiran militer AS di Filipina.Walau polisi anti huru-hara telah memblokade para aktivis yang berusaha mendekati kompleks kedubes, sejumlah demonstran berhasil lolos sehingga menimbulkan bentrokan. Polisi menembakkan meriam air untuk menjauhi para demonstran yang sebagian membawa spanduk menolak kedatangan Obama.Amerika dan Filipina yang memiliki kerjasama pertahanan, berusaha mengakhiri perbedaan mengenai kesepakatan keamanan baru menjelang kedatangan Obama. Kesepakatan itu akan mengijinkan penambahan penempatan pasukan AS, pesawat dan kapal perang di kamp-kamp militer. Saat ini ada sekitar 500 pasukan Amerika di selatan Filipina sejak 2002 untuk membantu negara itu melatih pasukan anti-terorisme Filipina dalam menghadapi kelompok-kelompok militan. Bantu Jepang Pertahankan Kepulauan SengketaPresiden AS Barack Obama mengatakan perjanjian keamanan bersama antara Amerika Serikat dengan Jepang berlaku pada kepulauan yang menjadi pangkal persengketaan wilayah antara China dan Jepang. “Kebijakan Amerika Serikat adalah jelas,†kata Obama dalam jawaban tertulis atas pertanyaan yang dimuat dalam surat kabar Yomiuri Jepang sebelum kedatangannya di Tokyo pada awal perlawatan ke empat negara Asia seperti dilansir situs Voice of America, Rabu (23/4). “Kepulauan Senkaku dikuasai oleh Jepang dan oleh karena itu termasuk dalam perjanjian Amerika-Jepang,†tulisnya. “Dan kami menentang setiap usaha sepihak untuk merongrong pemerintahan Jepang di kepulauan ini.â€Pernyataannya tampaknya bertujuan untuk menenangkan Jepang bahwa Amerika akan datang membantu pertahanannya kalau sekiranya China merebut kepulauan itu, yang dinamakan Diayou oleh China. Pencaplokan Krimea oleh Rusia telah menimbulkan keprihatinan mengenai kemauan politik Amerika untuk melindungi sekutu-sekutunya di Asia, terutama Jepang dan Filipina. Obama mengatakan Amerika Serikat sedang memperdalam hubungannya dengan China, tetapi “hubungan kami dengan China tidak dan tidak akan merugikan Jepang atau setiap sekutu lain.†Ia memberitahu Yomiuri bahwa Amerika akan terus mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak kehadiran militernya di Okinawa, tetapi menambahkan “penting mengingat bahwa kehadiran Korps Marinir Amerika mutlak perlu untuk keamanan kita bersama. Kehadiran tersebut memainkan peran kunci dalam pertahanan Jepang. (Detikcom/AP/R15/f)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.