Korut Sebut Presiden Korsel Seperti PSK yang Dipelihara Obama

- Senin, 28 April 2014 12:13 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/04/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
PYONGYANG (SIB)- Korea Utara (Korut) kembali melontarkan pendapat keras terhadap Korea Selatan (Korsel). Kali ini hinaan diarahkan kepada Presiden Korsel Park Geun-hye yang disebutnya sebagai prostitusi yang dipelihara Presiden Barack Obama.Kedua negara tetangga ini tidak habis-habisnya terlibat dalam ketegangan. Korut dan Korsel acapkali bertukar ancaman. "Perilaku Park Geun-Hye baru-baru ini dengan (Presiden AS Barack) Obama seperti gadis remaja yang meminta bantuan gangster untuk memukuli musuhnya," demikian  pernyataan Komite Perdamaian dan Reunifikasi Korea (CPRK) kepada KCNA, seperti dikutip Associated Press, Minggu (27/4). "Dia juga bertindak sebagai prostitusi yang siap untuk menjebak seseorang, dengan menyerahkan tubuhnya kepada yang memeliharanya," lanjut CPRK.Ucapan kasar ini muncul setelah Presiden Obama merampungkan kunjungan kenegaraan selama dua hari ke Korsel. Dalam kunjungan itu, Obama menyebut Korut sebagai "Negara Firaun" yang terancam isolasi karena berupaya mendorong uji coba nuklir keempat.Pihak CPRK, mengecam komentar dari Obama dan Park yang mengamini pendapat pemimpin Negeri Adidaya itu. CPRK menilai komentar itu adalah hinaan besar bagi pemerintahan Kim Jong-Un. "Jika Obama dan Park Geun-Hye yakin bisa merubah pikiran kami dengan melakukan ancaman, mereka adalah orang bodoh," tegasnya. Kemudian CPRK mengancam Presiden Park yang dianggap telah melanggar perjanjian yang sudah disepakati antara kedua negara. Mereka menuduh bahwa Park telah mengambil langkah anti-unifikasi. (AP/okz/w)Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 28 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

3 Pejabat Korut Ditahan Buntut Gagalnya Peluncuran Kapal Perang

Luar Negeri

30 Pejabat Korut Dieksekusi Gegara Gagal Mitigasi Banjir

Luar Negeri

Balon Sampah Korut Mendarat Dekat Kantor Presiden Korsel

Luar Negeri

Gara-gara Dengarkan K-Pop, Korut Eksekusi Seorang Pria

Luar Negeri

Korut, China dan Rusia Percepat Pengembangan Senjata Nuklir

Luar Negeri

Militer Korsel Ungkap Korut Tembakkan Sejumlah Rudal Jelajah