Kuala Lumpur (SIB)- Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad memiliki satu pihak yang menurutnya bersalah dalam peristiwa hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370. Mahathir menyebut Boeing sebagai pihak paling bersalah dalam insiden ini."Hilangnya pesawat itu disebabkan oleh pembuatnya sendiri, Boeing. Bagaimana mungkin Boeing bisa memproduksi pesawat yang dengan mudah bisa dilumpuhkan," ujar Mahathir, seperti dikutip SBS, Senin (28/4). "Saya tidak ingin terbang dengan menggunakan pesawat buata Boeing, kecuali Boeing bisa menjelaskan bagaimana sistem bisa tidak berfungsi," lanjutnya.Menurut Mahathir, sebagai sebuah perusahaan multinasional, Boeng harus bisa menunjukkan mengapa sistem komunikasi pesawat bisa dilumpuhkan. Sebelumnya dilaporkan, pesawat Malaysia Airlines MH370 tersebut diduga sistem komunikasinya diputus secara sengaja."Boeing harus bertanggungjawab karena membangun pesawat yang bisa menghilang di udara secara keseluruhan," lanjutnya. Mengenai hilangnya pesawat Boeing 777-200ER milik Malaysia Airlines, pihak Boeing sudah mengirim para ahli untuk membantu penyelidikan dengan pihak Malaysia. Namun sebelum pesawat ditemukan, Beoing dan Malaysia tidak bisa berbuat banyak. (SBS/okz/q)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.