New York (SIB)- Seorang pria di New York, Amerika Serikat, menembak mati kedua orangtuanya saat sedang tidur. Motif pembunuhan karena pelaku kesal orangtuanya mencoret namanya dari rekening bersama. Diberitakan New York Post, Shane Jaggarnauth, 26, mulai diadili pada Senin (28/4), karena perbuatannya pada September 2011 tersebut. Insiden itu terjadi di rumah pasangan Rosie dan Sugrim Jaggarnauth di wilayah Queen. Shane dan kakaknya, Shawn, masih tinggal di rumah itu. Shane menembak Sugrim, 64, tepat di kepalanya. Sementara Rosie, 56, ditembak di wajah dan dada. Rosie sempat menelepon 911 sebelum meninggal. Dua bulan sebelum pembunuhan itu, Rosie menghapus nama Shane dari rekening bersama. Alasannya, anaknya yang begal itu telah menarik uang US$18.000 (Rp200 juta) dengan memalsukan tanda tangan Rosie pada sebuah cek.Shane ditetapkan tersangka setelah penyelidikan berjalan selama tujuh bulan. Awalnya, dia mengaku orangtuanya dibunuh oleh perampok. Kepada penyidik dia mengatakan bahwa saat itu dia baru pulang dari mengantar anjing pit bullnya jalan-jalan.Lalu dia mengubah pernyataannya dengan mengatakan telah menyewa seseorang untuk merampok mobil orangtuanya dan mencuri US$4000 di kamar keduanya. Pembunuhan itu, kata dia, terjadi tidak disengaja. Jaksa penuntut tidak percaya pada pernyataan Shane. Pasalnya, pria gempal ini pandai berbohong. Setelah membunuh orangtuanya, dia ikut hadir dan berpura-pura bersedih pada pemakaman keduanya. (NYP/vvn/h)