Kabul (SIB)- Bencana banjir bandang menghantam Afghanistan. Sampai saat ini bencana tersebut telah menelan korban jiwa sekira 150 orang. Parahnya lagi, akibat banjir ini sejumlah daerah terisolasi. Bantuan pun tidak bisa sampai akibat jalanan tertutup air.Menurut Gubernur Provinsi Jowzjan Boymurod Qoyinli, ribuan orang masih tinggal dalam tenda penampungan. Pasalnya, rumah yang mereka tempati rusak karena lumpur yang telah menggunung. "Di Provinsi Jowzjan saja korban mencapai 70 orang," ujar Boymurod, seperti dikutip dari BBC, Kamis (1/5).Dari keterangan Pemerintah Afghanistan selain Jowzjan terdapat dua provinsi lain yang terkena dampak banjir paling besar. Provinsi tersebut adalah Sar E Pol dan Faryab. Di dua provinisi ini estimasi jumlah korban menembus 74 orang. Sama seperti di Jowzjan, bantuan juga belum bisa tersalurkan dengan baik di Sar E Pol dan Faryab. (BBC/q)