Kairo (SIB)- Ribuan tahanan Mesir menolak menghadiri sidang dan mogok makan sebagai protes atas kondisi rumah tahanan dan pelanggaran hak asasi manusia. Al Jazeera mengabarkan, Jumat (2/5) protes tersebut digelar usai vonis hukuman mati dijatuhkan Pemerintah Mesir terhadap 700 pendukung Ikhwanul Muslimin. Pernyataan resmi menyebutkan bahwa mogok makan dan protes akan dilancarkan di 90 penjara dan tahanan di seluruh Mesir. Salah satu tahanan di Penjara Wadi al Natrun mengatakan, Kami mulai mogok makan hari ini. Kami juga bersedia melakukan olahraga. Kami tak akan pergi ke pengadilan, dan tak mau berhadapan dengan jaksa, katanya kepada Al Jazeera.Suatu kelompok pembela hak asasi manusia menjelaskan sejumlah tentara merangsek masuk ke penjara Rabu (30/4) dan memaksa para tahanan menghadiri persidangan. Sejumlah tahanan dikabarkan luka-luka. Pusat Konsultasi dan Hak Asasi Manusia Arab-Afrika mencatat 20 ribu lebih tahanan terlibat dalam aksi protes tersebut. Sementara itu, para tawanan bertekad akan melanjutkan protesnya sampai tuntutan mereka dipenuhi. Dan, mereka akan melakukan protes tahap kedua pada Sabtu (3/5). (Al Jazeera/Inc/q)