AS (SIB)- Kekeringan yang telah memasuki tahun ketiga di California, Amerika Serikat, membuat fasilitas daur ulang air di negara bagian itu semakin meningkat pamornya. Awalnya, warga enggan menggunakannya, karena air yang digunakan adalah bekas air selokan.Diberitakan CNN, Kamis (1/5), Distrik Air Minum Orange County (OCWD) di California kebanjiran pesanan setelah kekeringan melanda negara bagian itu. Instalasi daur ulang air mereka harus meningkatkan produksi dari 70 menjadi 100 juta galon per hari, untuk memenuhi kebutuhan 850.000 orang, sepertiga dari populasi kota Orange County.OCWD menggunakan air bekas pakai atau air selokan untuk kemudian diolah menjadi air minum. Perusahaan ini mengalihkan sekitar 1,3 miliar galon air selokan di California Selatan untuk kemudian diolah melalui tiga tahapan.Tahapan pertama adalah mikrofiltrasi dari air tersebut untuk menghilangkan sampah, minyak, dan bakteria. Lalu tahapan kedua, air melalui proses osmosi untuk memfilter virus dan materi farmasi di dalamnya. Lalu, tahap terakhir, air disinari ultraviolet untuk menghilangkan materi organik yang tersisa sebelum disimpan di cadangan air bawah tanah utama. Tidak sembarangan, setelah melewati tiga tahap ini, air harus diuji lagi dengan standar tinggi. Hasilnya, kata OCWD, air mereka melampaui standar air minum di seluruh AS. Rencananya, California akan mengembangkan fasilitas ini dengan bermodalkan US$1 miliar. Kota lainnya seperti Los Angeles, San Fransisco dan San Diego akan menyusul.Selain prosesnya yang panjang, upaya mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk mengonsumsinya juga tidak mudah. Orange County sebenarnya telah mulai mendaur ulang air sejak tahun 1970an, namun baru bisa mendistribusikannya ke masyarakat pada 2008. Hal ini terjadi karena warga ragu dan enggan meminum air olahan dari selokan. Daur ulang ini dirasa adalah salah satu solusi berkurangnya pasokan air akibat perubahan iklim dan pemanasan global. PBB memperingatkan bahwa air akan langka pada 2030. Akibatnya, akan berdampak pada produksi makanan, kesehatan dan ekonomi warga. Kekeringan juga memaksa warga menggunakan air yang tidak steril, berakibat pada tewasnya jutaan warga setiap tahunnya akibat diare dan kolera. (CNN/vvn/q)