Kabul (SIB)- Para penyelamat di Afghanistan menyerah untuk menemukan warga yang selamat dalam bencana tanah longsor yang telah mengubur hidup-hidup lebih dari 2.500 orang, dimana sejauh ini telah ditemukan 350 orang tewas.Tim penyelamat telah berhenti menggali tanah dan lumpur di Provinsi Badakhshan. Upaya terus dilakukan hingga Sabtu (03/05), dengan menggunakan sekop dan tangan mereka. Tetapi kemudian upaya pencarian dihentikan pada Sabtu malam, karena menyadari upaya mereka untuk mencari korban selamat akan sia-sia, demikian seperti dilaporkan BBC, Minggu (4/5)."Kami tidak dapat melanjutkan pencarian dan operasi penyelamatan lagi, rumah warga tertimbun beberapa meter di bawah lumpur," seperti disampaikan oleh Gubernur Provinsi Shah Waliullah Adeeb. "Kami akan berdoa bagi para korban dan membuat lokasi ini sebagai kuburan massal."Bantuan bagi warga yang selamat dari bencana, termasuk tenda, makanan dan air, mulai tiba di lokasi. Para warga tidur di lokasi terbuka di tengah cuaca dingin.Wartawan BBC David Loyn, yang berada di lokasi bencana, menggambarkan kondisi para korban selamat diliputi kesedihan dan putus asa, dan berupaya untuk bertahan di lokasi pengungsian sementara di lereng bukit.Dia mengatakan hujan lebat diyakini menjadi penyebab dua bencana longsor. Peristiwa pertama menimbun ratusan rumah dan disusul bencana lanjutan yang menewaskan para penyelamat yang tengah mencari korban selamat.Bencana tanah longsor menimbun 370 rumah, dan menurut keterangan resmi pemerintah setempat sekitar 2.500 warga menempati rumah tersebut. PBB menyebutkan sampai Sabtu lalu, sekitar 350 korban tewas telah ditemukan. (BBC/f)Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 5 Mei 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.