Wellington (SIB)- Putra Raja Maori di Selandia Baru menjadi perhatian publik karena terjerat kasus pidana. Pemuda berusia 18 tahun tersebut terlibat perampokan dan pencurian papan selancar di kota North Island. Perilaku pemuda bernama Korotangi Paki ini menuai teguran langka dari sang ayah di hadapan publik. Paki merupakan putra kedua Raja Tuheitia. Demikian seperti disampaikan Radio New Zealand dan dilansir AFP, Senin (5/5).Dalam persidangan, Paki mengaku bersalah atas dua dakwaan yang dijeratkan pengadilan, yakni satu dakwaan perampokan dan satu dakwaan pencurian barang yang ada di dalam mobil. Tindakan Paki tersebut dilakukan di Gisborne pada Maret lalu.Pengacara Paki sempat mengeluarkan larangan bagi media setempat untuk menyebut identitas Paki dalam kasus ini, namun belakangan dia membatalkannya. Paki tidak mendekam di penjara setelah membayar jaminan. Selanjutnya, pemuda ini harus menjalani sidang vonis pada Juli mendatang.Raja Tuheitia tidak hadir dalam persidangan anaknya itu. Namun kepada Fairfax Media, Raja Tuheitia menyebut anaknya memang sudah melewati batas dengan melakukan pencurian setelah minum-minum dengan tiga temannya.Pemimpin kerajaan Maori yang sempat membuat pemberitaan karena menolak bertemu dengan Pangeran William dan Kate Middleton dalam kunjungan bulan lalu ini, mengaku insting pertamanya sebagai seorang ayah adalah berusaha melindungi anaknya dari konsekuensi perbuatannya.Namun Raja Tuheitia akhirnya malah menegur anaknya secara publik. Dia memaksa putranya untuk menghadapi langsung rasa malu yang ditimbulkannya. "Saya pikir Korotangi telah mendapat pelajaran. Saya pikir dia tahu apa yang dia lakukan terhadap saya sekarang. Saya tahu dia tidak akan melakukan hal ini lagi," ucapnya. (AFP/dtc/ r)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.