Misi Pencarian MH370 Masuki Babak Baru yang Lebih Sulit dan Menantang

- Selasa, 06 Mei 2014 14:31 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/05/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Canberra (SIB)- Lebih dari 300 kali penerbangan. Lebih dari 3 ribu jam pencarian di udara. Menyusuri area perairan seluas 4 juta kilometer persegi. Angka-angka ini berbicara menunjukkan sulitnya pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370, namun hasilnya sejauh ini nihil.Kini pencarian pesawat MH370 memasuki babak baru, tentunya babak yang lebih sulit. Otoritas terkait kini bergerak ke fase pencarian selanjutnya, yang diperkirakan akan lebih menantang dari upaya pencarian yang telah dilakukan nyaris dua bulan terakhir."Kami mengetahui dengan sangat jelas bahwa area pencarian selanjutnya akan jauh lebih luas, dengan lebih banyak kesulitan dan tugas-tugas yang lebih berat," ujar Menteri Transportasi China, Yang Chuantang seperti dilansir CNN, Senin (5/5).Australia sebagai koordinator tim pencarian MH370, bersama dengan Malaysia dan China akan menggelar pertemuan di Canberra, Australia pada Rabu (7/5) mendatang untuk membahas rencana pencarian MH370 fase selanjutnya. Satu kelompok akan menganalisis daya dan informasi yang telah berhasil dikumpulkan sejauh ini. Sedangkan tim lainnya akan memeriksa sumber daya dan peralatan yang diperlukan dalam pencarian. Tugas paling menantang adalah menjelajahi wilayah perairan yang belum dipetakan.Karena fase selanjutnya akan melibatkan pencarian bawah laut yang sangat intens, maka elemen kuncinya adalah pemetaan dasar lautan yang menjadi area pencarian, secara detail. "Kami tahu bahwa laut itu sangat dalam. Dan untuk tahap selanjutnya ... kami perlu memiliki pemahaman tentang dasar lautan," ucap Wakil Perdana Menteri Australia Warren Truss.Lebih lanjut, Truss mengaku tak mengetahui pasti kedalaman lautan yang akan menjadi area pencarian MH370 selanjutnya, karena area tersebut sama sekali belum pernah dipetakan.Plt Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein menyatakan, babak baru ini tentunya akan mengizinkan lebih banyak pihak untuk bergabung. Pihak-pihak baru yang dimaksud, menurut Hishammuddin, bisa berasal dari institusi penelitian maupun melibatkan negara lain yang tadinya belum ikut terlibat pencarian MH370."Ini memberikan kesempatan bagi pihak-pihak yang tidak terlibat pada fase awal upaya pencarian dan penyelamatan, untuk ikut bergabung," cetus Hishammuddin. Pencarian babak baru akan melibatkan lebih banyak peralatan teknologi canggih, termasuk side-scan sonar dan lebih banyak kendaraan bawah laut tanpa awak. Wakil PM Truss memperkirakan, peralatan baru akan mulai diterjunkan dalam waktu 1-2 bulan ke depan. Sedangkan kapal selam mini Bluefin-21 akan tetap melanjutkan misinya seperti yang sudah dijadwalkan. Diprediksi Habiskan Dana Rp691 Miliar Tahap baru pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 diprediksi akan menghabiskan sekira USD60 juta atau setara Rp691 miliar (kurs Rp11.520). Biaya tersebut merupakan hasil dari kesepakatan pertemuan trilateral antara Australia, China, dan Malaysia di Canberra.Mengutip International Bussiness Times, Senin (5/5), ketiga negara tersebut berjanji tidak akan menyerah dalam mencari jejak hilangnya MH370. Pertemuan itu diadakan setelah Pemerintah Malaysia merilis hasil laporan yang memakan waktu sekira dua bulan.Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri (PM) Australia, Warren Truss, mengatakan peralatan baru sonar dan submersible akan diperlukan dalam mendukung pencarian tersebut.Selain itu, ketiga negara ini juga merencanakan untuk melihat kembali data yang sudah dikumpulkan sebelumnya untuk menentukan lokasi yang tepat hilangnya pesawat nahas tersebut. Rencananya, proses analisis tersebut akan dimulai pada Rabu pekan ini.Pemerintah Malaysia menganggap kerjasama yang dilakukan oleh tiga negara besar ini merupakan pencapaian besar. Sampai saat ini Australia secara luar biasa telah berkomitmen dalam membantu pencarian pesawat. Meskipun selama dua bulan lebih puing pesawat maupun kotak hitam mampu ditemukan. (CNN/dtc/ r)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Sofia Anggraini, Satu-Satunya Orang Hilang Korban Bencana Sibolga yang Masih Dicari

Luar Negeri

Pencarian Korban Hilang Bencana Banjir dan Longsor di Sibolga Masih Berlanjut

Luar Negeri

Polda Sumut Kerahkan Unit K9 Perkuat Pencarian Korban Bencana di Tapteng-Sibolga

Luar Negeri

Tanah Longsor di Sibolga, 5 Orang Meninggal Dunia 4 Hilang

Luar Negeri

Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Sialangbuah Dihentikan, Tim SAR Sergai Tetap Lakukan Pemantauan Pasif

Luar Negeri

KAI Divre I Sumut Buru Pelaku Pelemparan KA di Asahan, Asisten Masinis Terluka