Teraspos (SIB)- Pemboman di Fallujah, Irak yang dikuasai gerilyawan anti-pemerintah selama lebih dari empat bulan, menewaskan 11 orang dalam waktu kurang dari 24 jam. Belum jelas siapa yang mendalangi serangan-serangan bom di berbagai daerah di wilayah selatan kota itu, yang terletak di sebelah barat Baghdad. Pemboman itu dimulai Sabtu malam dan berlanjut hingga Minggu.Seluruh Fallujah dan bagian-bagian Ramadi, ibu kota provinsi Anbar yang terletak di arah barat, terlepas dari kendali pemerintah sejak awal Januari. Serangan-serangan mematikan terakhir itu terjadi ketika para pejabat menghitung suara dalam pemilihan umum 30 April, pemilu yang pertama sejak pasukan AS meninggalkan negara itu pada akhir 2011.Pihak berwenang dalam beberapa bulan ini belum berhasil mengendalikan kekerasan mematikan di Irak. Lebih dari 700 orang tewas di Irak pada Februari, menurut data yang dihimpun AFP, misi PBB untuk Irak dan pemerintah Irak.Kekerasan di Irak telah mencapai tingkatan yang belum pernah terlihat sejak 2008, ketika negara itu mulai bangkit dari konflik sektarian mematikan pada 2006-2007 yang merenggut puluhan ribu jiwa. Sedikitnya 1.013 orang yang terdiri dari 795 warga sipil, 122 prajurit dan 96 polisi tewas akibat kekerasan di negara itu pada Januari, menurut data resmi yang dihimpun kementerian-kementerian kesehatan, dalam negeri dan pertahanan. (AFP/Tpos/ r)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.