Presiden Afsel Beberkan Istrinya Pernah Diperkosa Penjahat

- Rabu, 07 Mei 2014 11:39 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/05/hariansib_-Presiden-Afsel-Beberkan-Istrinya-Pernah-Diperkosa-Penjahat.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Johannesburg (SIB)- Presiden Afrika Selatan (Afsel) Jacob Zuma mengungkapkan kisah mengejutkan yang pernah terjadi beberapa tahun lalu di kediamannya. Dia membeberkan bahwa rumahnya pernah dibobol penjahat dan istrinya diperkosa.Tindak kejahatan yang belum pernah diungkapkan tersebut terjadi di kediaman Zuma yang ada di Nkandla, KwaZulu-Natal jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Presiden Afsel. Hal ini diungkapkan oleh Zuma ketika menjelaskan soal dana peningkatan keamanan sebesar US$ 23 juta yang dibiayai dengan uang wajib pajak. Presiden berusia 72 tahun ini memang tengah menjadi sasaran kritikan tajam atas pengeluarannya yang membengkak menjelang pemilu yang digelar pada Rabu (7/5). Zuma berharap akan memenangkan periode keduanya meskipun diterpa skandal seperti ini. Dalam keterangannya, Zuma menyebutkan bahwa pelaku kejahatan itu telah ditangkap, diadili dan dijatuhi hukuman. Namun Zuma tidak menyebut istri yang mana dari keempat istrinya yang menjadi korban pemerkosaan tersebut. Diketahui juga bahwa salah satu istri Zuma bunuh diri, sedangkan seorang istrinya yang lain, yakni Ketua Uni Afrika Nkosazana Dlamini-Zuma telah diceraikannya. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (6/5).Sebuah organisasi pemantau setempat, pada Maret lalu menemukan fakta bahwa Presiden Zuma melakukan renovasi berlebihan pada kediamannya, termasuk untuk kolam renang, membangun landasan heli dan klinik pribadi. Zuma didesak untuk mengganti biaya renovasi tersebut, yang dibayarkan dengan uang negara. "Kenapa saya harus dikenai biaya jika beberapa orang sengaja menaikkan harganya?" dalih Zuma menanggapi desakan organisasi pemantau tersebut.Lebih lanjut, Zuma menyebut isu tersebut sengaja dimunculkan oleh media serta kelompok oposisi menjelang pemilu untuk menjatuhkannya. "Saya pikir Nkandla tidak menjadi isu untuk mempengaruhi pemilih ANC (African National Congress)," ucapnya. Berdasarkan survei terbaru dari perusahaan riset Pondering Panda menunjukkan bahwa dua pertiga warga muda Afsel menyetujui bahwa Presiden Zuma harus mengundurkan diri dari jabatannya karena skandal Nkandla ini. (AFP/dtc/f)Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 7 Mei 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Timbul Jaya H Sibarani: Instruksi Presiden Kumpulkan Video MBG Strategis Baca Dinamika Opini Publik Bukan Emosional

Luar Negeri

Polres Tanjungbalai Ikuti Peresmian 1.179 SPPG Polri oleh Presiden

Luar Negeri

Bupati Batubara Ikuti Peresmian SPPG Seluruh Indonesia oleh Presiden

Luar Negeri

Zeira Salim: Program Gentengisasi Prabowo Hendaknya Prioritaskan Bagi Korban Bencana Sumatera

Luar Negeri

Heboh! Trump Tolak Minta Maaf Usai Video Rasis Obama Gegerkan AS

Luar Negeri

Tindaklanjuti Arahan Presiden, Kadisdik Nias Ajak Siswa Pungut Sampah