Kairo (SIB)- Mantan petinggi militer Mesir yang juga calon presiden, Abdel Fattah al-Sisi mulai mengungkapkan visi dan misinya jika kelak terpilih memimpin Mesir. Kepada publik, Sisi memastikan bahwa kelompok Ikhwanul Muslimin tidak akan ada lagi di seluruh wilayah Mesir jika dia terpilih.Semenjak penggulingan Mohamed Morsi dari kursi presiden Mesir pada Juli tahun lalu, keberadaan kelompok Ikhwanul Muslimin memang dilarang. Para pemimpin Ikhwanul Muslimin ditangkap dan lebih dari 1.400 orang pendukungnya tewas dalam bentrokan dengan aparat setempat. "Bukan saya yang mengakhirinya, Anda rakyat Mesir yang mengakhirinya," ucap Al-Sisi dalam wawancara televisi pertamanya semenjak mengumumkan pencapresannya, seperti dilansir AFP, Selasa (6/5).Al-Sisi menjawab pertanyaan soal keberadaan Ikhwanul Muslimin saat ini di Mesir. Ketika ditanya apakah Ikhwanul Muslimin tidak akan ada di bawah masa kepresidenannya kelak, Sisi menjawab: "Iya."Pernyataan Al-Sisi ini secara tidak langsung mengesampingkan kemungkinan rekonsiliasi antara pemerintah dengan kelompok Ikhwanul Muslimin, yang telah dimasukkan dalam daftar hitam sebagai organisasi terorisme oleh otoritas Mesir saat ini.Lebih lanjut, Al-Sisi menyatakan, rakyat Mesir telah menolak ideologi kelompok Ikhwanul Muslimin dan tidak akan mengizinkan kelompok tersebut untuk kembali muncul di Mesir. Pensiunan jenderal ini juga menuturkan dalam wawancaranya bahwa, jika dirinya terpilih menjadi presiden Mesir, maka militer tidak akan memiliki peranan dalam pemerintahan Mesir. Al-Sisi menegaskan, dirinya bukanlah kandidat presiden dari militer karena dia sudah lama pensiun. (AFP/dtc/f)Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 7 Mei 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.