Kathmandu (SIB)- Kepolisian Nepal sedang memburu seorang pria dan kedua orangtuanya terkait kasus pembakaran seorang wanita hamil. Pria tersebut membakar tubuh istrinya yang sedang hamil 7 bulan! Kepolisian menuduh Farid Sheikh serta ayah dan ibunya menuang minyak tanah ke tubuh wanita berumur 25 tahun itu. Aksi keji ini dilakukan terkait tuntutan mahar. Keluarga pria tersebut meminta sebuah motor dan seekor kerbau dari keluarga korban sebagai mahar perkawinan."Ketika insiden ini terjadi sekitar sebulan lalu, mereka membawa dia (korban) ke India untuk perawatan, dan menyebut itu kecelakaan," ujar pejabat kepolisian Prem Basnyat kepada AFP, Selasa (6/5).Setelah kondisinya memburuk dan korban mengalami keguguran, ayah korban mengetahui kejadian yang sebenarnya. Polisi pun didesak untuk menangkap keluarga suami putrinya yang tinggal di distrik Banke, Nepal barat. "Kami mencatat statemennya (korban) kemarin, namun suaminya dan mertuanya telah menghilang. Kami sedang mencari mereka," tutur Basnyat.Kelompok HAM setempat, Informal Sector Service Centre membawa korban ke rumah sakit di Kathmandu pada Senin, 5 Mei kemarin. Korban saat ini masih dalam kondisi kritis, dengan sekujur tubuhnya mulai dari pinggang ke bawah harus diperban. Wanita itu membeberkan bahwa suaminya kerap menganiaya dirinya karena tidak memberikan mahar. Para aktivis HAM di Nepal telah sejak lama menyerukan hukuman yang lebih berat bagi para pelaku kekerasan terkait mahar. Sesuai tradisi di Nepal, mahar berupa hadiah dan uang diberikan kepada seorang suami dan keluarganya supaya pernikahan bisa berlangsung. Tradisi ini masih banyak dipraktikkan meski telah adanya larangan resmi dari otoritas Nepal. (AFP/dtc/f)Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 7 Mei 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.