Nigeria (SIB)- Pemimpin kelompok militan Nigeria, Boko Haram, mengancam akan menjual 223 pelajar perempuan yang diculik kelompoknya ke pasar budak. Ratusan siswi itu diculik dari wilayah timur Nigeria pada April 2014 lalu. Seperti yang dilansir Reuters, Selasa (6/5), kelompok militan ini menyerbu satu sekolah menengah yang para muridnya adalah perempuan. Sekolah itu terletak di desa Chibok, Borno, pada 14 April 2014 lalu. "Saya akan mengulangi ini: pendidikan Barat harus dihapuskan. Saya menculik anak-anak perempuan kalian. Saya akan menjual mereka ke pasar budak, demi Allah," cetus pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau dalam video berdurasi 57 menit seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (6/5). Dari video itu, Abubakar Shekau tampak tertawa dan berdiri di depan sebuah kendaraan lapis baja dengan dua anggotanya di sisi kiri dan kanan. Dua anggotanya itu mengenakan penutup wajah dan memegang senjata laras panjang AK-47. "Allah telah memerintahkan saya untuk menjualnya. Mereka adalah milik-Nya, dan saya akan melaksanakan instruksi itu," katanya.Penculikan terjadi ketika ratusan siswi itu tengah menjalani ujian. Para militan mengangkut siswi-siswi itu menggunakan truk-truk dan menghilang di daerah terpencil sepanjang perbatasan Nigeria dengan Kamerun. Para pelajar putri itu diculik sejak tiga pekan lalu dari sekolah mereka di Chibok, Nigeria utara. Para siswi tersebut berumur 16 hingga 18 tahun. AS Bantah Akan Kerahkan MiliterSementara itu, pemerintah Amerika Serikat mengecam keras penculikan ratusan pelajar putri di Nigeria. Washington pun siap untuk membantu dengan cara yang semestinya. Namun juru bicara Departemen Luar Negeri AS Marie Harf menolak menyebutkan secara rinci bantuan yang akan diberikan AS. Harf pun membantah kemungkinan AS akan mengerahkan aset militer untuk membantu membebaskan anak-anak perempuan yang diculik kelompok Boko Haram tersebut.Dikatakan Harf seperti dilansir AFP, Selasa (6/5), Wakil Menteri Luar Negeri AS Sarah Sewall sedang dalam perjalanan menuju Nigeria. Dia akan bertemu dengan pejabat-pejabat senior di negeri itu untuk membahas krisis penculikan ini. Presiden Nigeria Goodluck Jonathan kian didesak untuk bertindak sejak para militan Boko Haram menyerbu sekolah anak-anak perempuan tersebut pada 14 April lalu. Sebanyak 53 anak perempuan berhasil meloloskan diri dari para militan tersebut. Namun hingga saat ini, sebanyak 223 orang masih disekap Boko Haram.Presiden Jonathan berjanji akan menemukan dan membebaskan para siswi yang diculik. "Ini saat yang sulit bagi negara. Ini menyedihkan," tutur Jonathan. Ditambahkannya, dirinya telah meminta bantuan internasional dalam mengatasi krisis penculikan ini. (AFP/R16/f)Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 7 Mei 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.