Monica Lewinsky Beberkan Hubungan Gelapnya dengan Bill Clinton

- Kamis, 08 Mei 2014 11:24 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/05/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
WASHINGTON DC (SIB)- Mantan karyawan magang Gedung Putih yang hubungan gelapnya dengan Bill Clinton berujung pada sidang pemakzulan sang presiden di Senat AS, akhirnya berbicara "blak-blakan" kepada publik setelah lama membisu.Kepada majalah Vanity Fair, Monica Lewinsky (40) mengatakan bahwa ia sangat menyesali hubungan gelapnya dengan Bill Clinton itu. Presiden telah "memanfaatkannya", tulis Lewinsky, walaupun dia menjelaskan bahwa hubungannya dengan presiden merupakan hubungan tanpa paksaan.Pada tahun 1998, Partai Republik gagal menjungkalkan Clinton dari kursi presiden dengan tuduhan sang pemimpin telah berbohong tentang perselingkuhannya. Akan tetapi, dengan majunya istri Clinton, Hillary ke pencalonan presiden tahun 2016, isu Lewinsky ini muncul kembali ke dalam wacana politik Amerika Serikat karena Partai Republik ingin menjatuhkan kampanye Hillary.Dalam kutipan artikel yang dirilis majalah Vanity Fair, Lewinsky berharap untuk merebut kembali ceritanya dan diakui keberadaannya dengan melihat namanya dilemparkan dalam budaya pop dan media berita. "Saya sendiri, sangat menyesali apa yang terjadi antara aku dan Presiden Clinton," ujarnya. "Saya ingin katakan lagi: Saya, sangat, menyesal dengan apa yang terjadi," tambah Lewinsky.Lewinsky menulis bahwa dia mengalami pelecehan dan penghinaan setelah skandal itu bocor ke publik pada tahun 1998, dan dibuat seperti "kambing hitam" untuk melindungi presiden. "Pemerintahan Clinton, seperti pelayan jaksa, kaki tangan politik di kedua sisi lorong, dan media memberikan label kepada saya," tulisnya. "Dan label itu tetap tinggal karena diletakkan oleh kekuasaan," lanjut Lewinsky.Sejak meninggalkan pemerintahan Clinton, dia sempat bekerja sebagai desainer tas dan menjadi pembawa acara sebuah acara kencan di sebuah stasiun televisi Amerika Serikat. Lewinsky kemudian pindah ke London untuk meraih gelar sarjananya, tetapi dia mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan di Amerika Serikat karena masa lalunya. (BBC/f)Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 8 Mei 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Loket Khusus Disediakan KPP Pratama Pematangsiantar untuk Aktivasi Coretax dan KO-DJP

Luar Negeri

Kuartal I 2025, JBA Medan Lelang 5.000 Lebih Unit Kendaraan Bekas

Luar Negeri

Akper Pemkab Taput Apresiasi Polres Taput Ungkap Pelaku Pembunuhan Dosen Monika Hutauruk

Luar Negeri

Monika Hutauruk yang Meninggal di Asrama Akper Pemkab Taput Akibat Dibunuh

Luar Negeri

Bidan Elide Monika Simanjuntak Terima Penghargaan Terbaik 1 Apresiasi KB Pasca Persalinan

Luar Negeri

Pemko Tebingtinggi Raih WTP