Abuja (SIB)- Jumlah anak-anak perempuan di Nigeria yang diculik kelompok militan Boko Haram telah bertambah. Sejauh ini, 11 orang kembali menjadi korban penculikan. Warga setempat awalnya menuturkan, delapan anak perempuan telah diculik sekelompok pria bersenjata yang menyerbu desa Warabe di wilayah Gwoza, negara bagian Borno.Pejabat Gwoza Hamba Tada mengatakan, para penculik kembali membawa pergi tiga gadis lainnya dari desa sekitar. "Setelah meninggalkan Warabe, para pria bersenjata menyerbu desa Wala, yang jaraknya lima kilometer dan menculik tiga anak perempuan lagi," ujar Tada kepada kantor berita AFP, Rabu (7/5).Sebelumnya, pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau menyatakan, kelompoknya menculik lebih dari 200 pelajar putri dari kota Chibok pada 14 April lalu. Shekau pun mengancam akan menjual mereka sebagai budak. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendorong adanya aksi global terhadap militan Nigeria, Boko Haram. "Ini merupakan situasi yang menyedihkan, situasi yang keterlaluan," ucap Obama kepada media AS, ABC dan dilansir AFP, Rabu (7/5). "Ini mungkin menjadi saat yang tepat untuk menggerakkan seluruh komunitas internasional untuk akhirnya melakukan sesuatu terhadap organisasi besar yang telah melakukan kejahatan yang mengerikan," cetus Obama. Seruan Obama ini muncul seiring laporan terbaru yang menyebut bahwa sekelompok pria bersenjata yang diyakini anggota Boko Haram, kembali menculik 8 anak perempuan dari sebuah desa bernama Warabe, di dekat Chibok. Lebih lanjut, Obama menyebut Boko Haram sebagai salah satu organisasi terorisme paling jahat. Pejabat AS lainnya mengungkapkan kekhawatiran bahwa anak-anak perempuan tersebut akan diselundupkan ke negara-negara tetangga Nigeria, seperti Chad dan Kamerun. Ratusan anak perempuan berusia 16-18 tahun yang merupakan murid sebuah sekolah khusus perempuan di Borno diculik Boko Haram sekitar 3 minggu lalu. Ketua Boko Haram Abubakar Shekau mengungkapkan bahwa anak-anak tersebut akan dijual dan dijadikan budak. Menurut Obama, AS juga telah mengirimkan ahli militernya ke Nigeria untuk membantu melacak keberadaan 223 pelajar putri yang diculik Boko Haram. Obama menyatakan, tim dari militer, kepolisian dan lembaga lainnya telah dikirimkan ke Nigeria untuk membantu mengidentifikasi keberadaan anak-anak perempuan yang diculik tersebut. Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (7/5), dirinya telah menyampaikan tawaran untuk mengirimkan tim tersebut dalam percakapan telepon dengan Presiden Nigeria Goodluck Jonathan. Pemimpin Nigeria itu pun menyambut tawaran tersebut.Washington juga telah menawarkan untuk membentuk unit koordinasi di kedutaan AS di Abuja, ibukota Nigeria yang akan terdiri dari personel militer AS, pejabat-pejabat penegakan hukum serta para pakar mengenai situasi penculikan. "Presiden Goodluck Jonathan sangat senang menerima tawaran ini dan siap menindaklanjutinya segera," tutur Kerry kepada para wartawan. Sebelumnya, para anggota parlemen AS telah mendesak pemerintah AS untuk melakukan segenap upaya guna membantu membebaskan ratusan siswi Nigeria yang diculik. (AFP/dtc/BBC/f)Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 8 Mei 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.