Kakak-adik Miliarder Hong Kong Diadili Terkait Kasus Korupsi Terbesar

- Jumat, 09 Mei 2014 11:07 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/05/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Hong Kong (SIB)- Dua miliarder kakak beradik, yang termasuk salah satu orang terkaya di dunia versi Forbes, menjalani sidang kasus korupsi di Hong Kong. Selain mereka ada tiga orang lainnya yang terdiri dari pejabat pemerintah yang diduga menerima suap. Diberitakan CNN, Kamis (8/5) Thomas dan Raymond Kwok dituduh memberikan suap kepada mantan ketua sekretaris negara Rafael Hui sebagai ganti informasi penjualan lahan antara tahun 2005 hingga 2007. Kwok bersaudara dan Rafael telah ditahan sejak Maret 2012 dan diadili di Pengadilan Tinggi Hong Kong.Kwok bersaudara adalah pemilik perusahaan Sun Hung Kai Properties (SHKP), perusahaan properti terbesar di Asia. Keduanya masuk di ranking keempat orang paling kaya dunia versi Forbes tahun 2014. Hui adalah pejabat tertinggi pemerintah yang pernah diadili atas kasus korupsi di Hong Kong. Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi Hong Kong, Hui menerima apartemen bebas sewa dan pinjaman tanpa agunan sebagai bentuk suap Kwok bersaudara. Dua terdakwa lainnya adalah direktur Sun Hung Kai, Thomas Chan dan mantan direktur non-eksekutif New Enviromental Energy Holdings, Francis Kwan. Mereka dikenakan beberapa dakwaan terkait suap, pembayaran dan utang tanpa agunan bernilai HK$34 juta (Rp50 miliar). Kelima terdakwa membantah tuduhan tersebut. Kasus ini mengejutkan warga Hong Kong, karena Sun Hung Kai adalah perusahaan properti terbesar di Asia dan pemilik beberapa real estate dan gedung pencakar langit terkenal di wilayah otonomi Tiongkok itu. Selain itu, Hong Kong adalah tempat yang dianggap paling sedikit korupsinya di dunia. Menurut Indeks Persepsi Korupsi Transparency International tahun 2013, Hong Kong ada di posisi ke-15 daerah paling sedikit kasus korupsi. (CNN/vvn/f)Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 9 Mei 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Niat Klaim Asuransi, Kakak Bunuh Adik Kandung

Luar Negeri

Kompak Jadi Pengedar Sabu, Dua Wanita Kakak Beradik Diciduk Polrestabes Medan

Luar Negeri

Kakak-Adik Bos Sritex Terjerat Kasus TPPU

Luar Negeri

Ustad Das'ad Latif isi Tausiah Tahlilan Malam 40 Hari Wafatnya Kakak Zakiyuddin Harahap

Luar Negeri

Tragis! Tiga Balita Kakak Beradik Tewas di Tapanuli Selatan

Luar Negeri

KPK Geledah Rumah Kakak Cak Imin di Kasus Dana Hibah