BANGKOK (SIB)- Aksi kekerasan setelah Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra lengser semakin meningkat. Setelah salah satu bank di Bangkok dilempar granat, rumah seorang hakim Thailand menerima hal serupa. Rumah dari Suphot Kaimuk dilaporkam dilempari oleh granat M67. Tidak ada korban luka atau jiwa dalam kejadian ini. Ledakan itu, hanya menyebabkan kerusakan kecil di bagian atap serta garasi dari Suphot. Demikian dilansir dari The Hindu, Kamis (8/5).Ketika kejadian berlangsung, Suphot tidak berada di kediamannya. Sampai saat ini belum ada pelaku yang ditangkap berkaitan dengan pelemparan granat tersebut. Suphot merupakan satu di antara sembilan hakim mahkamah konstitusi yang memutuskan mencabut jabatan PM Yingluck. Putusan tersebut diambil setelah Yingluck terbukti melakukan penyalahgunaan kekuasaan demi keuntungan pribadi. Tonggak kepemimpinan Thailand sudah resmi berpindah dari tangan Yingluck Shinawatra ke Niwatthamrong Boonsongphaisan. Penunjukan pria berusia 66 tahun tersebut segera mendapat cibiran. Pasalnya, pria yang sebelumnya menjabat sebagai wakil PM Thailand ternyata masih orang dekat keluarga Shinawatra.Dilansir dari China Daily, Kamis (8/5), sebelum terjun ke dunia politik Boonsongphaisan merupakan penyiar serta pemimpin dari stasiun televisi lokal Thailand ITV. ITV sempat dikenal sebagai salah satu media independen di Thailand. Namun, semuanya berubah ketika ITV diakusisi oleh keluarga Shinawatra melalui Shin Coorporation. Diambil alihnya ITV turut merubah jalan hidup dari Boonsongphaisan.Ketika resmi diakusisi, Boonsongphaisan langsung ditunjuk menjadi CEO Shin Coorparation. Sehabis menduduki posisi vital, menyebabkan Boonsongphaisan semakin dekat dengan keluarga Shinawatra.Hal ini terkait ketika Boonsongphaisan resmi masuk dalam tim sukses Yingluck di pemilu 2001. Tugas Boonsongphaisan adalah membuat citra Yingluck baik di mata warga Thailand.Dengan segudang pengalamannya di media, Boonsongphaisan berhasil membawa Yingluck duduk sebagai orang nomor satu di Negeri Gajah putih. Saat ini setelah resmi jadi PM Boonsongphaisan, menyatakan tugasnya sangat berat, karena dia adalah orang yang akan membawa Thailand melewati masa transisi yang penuh tantangan. Suara Tembakan Bubarkan Aksi DemoSeperti sudah diduga, sesaat setelah Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mundur, aksi teror semakin meningkat. Kali ini aksi tersebut ditujukan kepada demonstran anti pemerintahan. Saat unjuk rasa tengah mereka helat di Taman Lumpini, terdengar dua kali suara tembakan. Akibatnya, para demonstran berlarian untuk mencari tempat berlindung.Dilansir dari The Nation, Kamis (8/5), kejadian tersebut tidak menyebabkan korban jiwa ataupun luka. Ketika tembakan terjadi eks Wakil PM dan tokoh anti keluarga Shinawatra, Suthep Thaugsuban sedang memimpin demo ini. Dirinya meyakini, tembakan berasal dari taksi yang lewat di depan para demonstran.Belum ada pihak yang mengaku sebagai pelaku aksi teror ini. Pihak berwenang Thailand juga telah memulai penyelidikannya. (chinadaily/okz/f)Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 9 Mei 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.