Washington DC (SIB)- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan mantan Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) James Comey untuk tidak berbicara kepada media. Langkah ini memicu kecurigaan bahwa Trump berusaha membungkam Comey. Seperti dilansir Reuters, Sabtu (13/5), Comey dipecat Trump saat FBI sedang menyelidiki dugaan kolusi penasihat seniornya dengan Rusia untuk mengganggu pilpres AS, tahun lalu. Awal tahun ini, FBI mengambil kesimpulan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan 'operasi khusus' untuk mengganggu pilpres AS demi memenangkan Trump.Hal itu disangkal mentah-mentah oleh Trump juga tim kampanyenya. Faktanya, dalam pilpres November 2016, Trump menang mengejutkan atas capres Partai Demokrat, Hillary Clinton, yang diprediksi menang oleh banyak polling. Pemecatan Comey secara mendadak awal pekan ini, memicu kontroversi. Momen pemecatan yang bertepatan dengan penyelidikan intervensi Rusia, dianggap kurang tepat. Meskipun sebagai Presiden AS, Trump memiliki wewenang untuk memecat Direktur FBI dengan alasan apapun.Gedung Putih membantah pemecatan itu berkaitan dengan penyelidikan FBI atas intervensi Rusia dalam pilpres AS. Trump juga membantah dirinya dan tim kampanyenya bersekongkol dengan Rusia saat pilpres.Kontroversi baru muncul, saat Trump mengatakan dalam wawancara dengan NBC News bahwa Comey memberitahu dirinya sebanyak tiga kali soal dirinya tidak sedang diselidiki FBI terkait Rusia. Trump menyebut Comey memberikan penjelasan itu kepadanya saat makan malam bersama di Gedung Putih dan dua kali via percakapan telepon. Pengakuan Trump ini rawan dianggap sebagai intervensi terhadap penyelidikan FBI. Belum selesai. Komentar terbaru Trump via Twitter kembali memicu kontroversi. Trump memperingatkan Comey untuk tidak membongkar isi percakapannya dengan Trump saat itu. Percakapan Trump dan Comey bisa jadi direkam karena dilakukan via jaringan telepon Gedung Putih, namun tidak diketahui pasti apakah rekaman percakapan itu memang sungguh ada. "James Comey lebih baik berharap agar tidak ada 'rekaman' percakapan kami sebelum dia mulai membocorkan informasi kepada pers!" kicau Trump via akun Twitter pribadinya, @realDonaldTrump, pada Jumat (12/5) waktu setempat.Peringatan bernada 'ancaman' ini semakin menambah kontroversi dalam pemecatan Comey. Sekretaris Gedung Putih, Sean Spicer, menyebut peringatan itu bukanlah ancaman. "Itu bukan ancaman. Dia (Trump-red) hanya menyampaikan fakta," ucapnya seperti dilansir AFP.Media AS, The New York Times, melaporkan bahwa Trump pernah meminta Comey, pada Januari lalu, untuk menyatakan sumpah setia terhadapnya dan Comey menolak. Hal semacam ini akan membahayakan posisi Direktur FBI sebagai penegak hukum independen. Dalam tanggapannya kepada Fox News, Trump mengaku tidak meminta Comey untuk menyatakan sumpah setia, namun hanya memintanya jujur.Seorang sumber yang memahami persoalan ini, seperti dikutip media AS lainnya, CNN menyebut bahwa Comey 'tidak khawatir soal rekaman percakapan' yang mungkin dimiliki Trump. Comey sendiri belum membahas soal percakapannya dengan Trump kepada publik. FBI Sebut Penyelidikan Tetap BerlanjutDi sisi lain, Direktur Pengganti Federal Bureau of Investigation (FBI) Andrew McCabe mengatakan penyelidikan dugaan keterlibatan Rusia dalam Pemilu Presiden AS, akan terus berlanjut. "Kami menganggap hal itu sebagai penyelidikan penting," kata McCabe dalam pertemuan dengan Komite Intelijen Senat AS, Kamis (11/5) waktu setempat. "Belum ada upaya untuk menghentikan penyelidikan tersebut," tambah McCabe, namun dia berjanji akan segera memberitahu Kongres jika Gedung Putih berupaya mencampuri penyelidikan FBI. Dia juga membantah klaim Gedung Putih pada Rabu (10/5) yang menyebut Comey dipecat karena telah kehilangan "dukungan dan rasa hormat" dari staf FBI."Direktur Comey masih mendapatkan rasa hormat tertinggi kami [staf FBI]. Saya menaruh hormat tinggi terhadap kemampuan dan integritas Comey," sebut McCabe, dikutip Xinhua, Jumat (12/5).Pertemuan McCabe dengan Komite Intelijen Senat AS dilakukan segera setelah Comey dipecat mendadak oleh Trump, Selasa (9/5) malam. Trump mengatakan dia mengambil keputusan tersebut berdasarkan nasihat jaksa agung bahwa Comey tidak lagi bisa memimpin lembaga penegak hukum itu dengan efektif.Di sisi lain, kritikus, termasuk juga politisi Demokrat di Kongres yang mengatakan keputusan itu tampak seperti langkah menutupi fakta, sementara sejumlah politisi Republik menyebut momen pemecatan Comey mencurigakan. Pasalnya, FBI tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan kolusi tim sukses Trump dengan Rusia untuk memengaruhi hasil pemilihan umum 2016 lalu. (Rtr/AFP/Detikcom/CNNI/h)