Kairo (SIB)- Komisi Pemilihan Umum Mesir menyatakan secara resmi, Abdul Fattah al-Sisi memenangi pemilihan presiden negara tersebut. Mantan pimpinan militer Mesir itu menang dengan perolehan lebih dari 96% suara atau 23,7 juta suara dari total 24,5 juta suara sah. Al-Sisi yang menggulingkan Mohammed Morsi, pada Juli tahun lalu, berhasil mengalahkan pesaingnya, Hamdeen Sabbahi yang hanya mendapat 3,9% suara atau hanya 757.511 suara. Pengguna hak pilih sebanyak sebanyak 47,45 persen dari total daftar pemilih tetap 53,7 juta, dan 1,4 juta suara dinyatakan tidak sah. Demikian seperti dilansir CNN, Rabu (4/6).Sebelumnya Sabbahi telah mengakui kekalahannya dari al-Sisi pekan lalu, namun ia tidak mengakui proses pemungutan suara yang menurutnya sarat kekerasan. Sabbahi mengklaim ada perwakilan pihaknya yang diserang dan ditahan saat melakukan kampanye, sedangkan perwakilan al-Sisi diperbolehkan masuk hingga ke dalam tempat pemungutan suara.Sabbahi juga menuding adanya pemalsuan dalam proses pemungutan suara. "Kami tidak bisa memberikan kredibilitas atau pengesahan apapun pada jumlah pemilih atau hasil yang diumumkan. Hasil yang diumumkan merupakan penghinaan bagi kecerdasan rakyat Mesir," ucapnya seperti dikutip Ahram Online.Pilpres yang digelar pekan lalu selama tiga hari itu merupakan pemilu kedua pasca Revolusi 25 Januari 2011 yang menumbangkan 30 tahun rezim Presiden Hosni Mubarak. Pemilu pertama digelar 2012 yang dimenangkan Mohamed Moursi dari Ikhwanul Muslimin, namun dilengserkan oposisi dukungan militer setahun kemudian pada 3 Juli 2013. Moursi dan hampir semua pimpinan Ikhwanul Muslimin saat ini di dalam penjara atas tuduhan pembunuhan demonstran. Presiden Al Sisi direncanakan dilantik oleh Ketua Mahkamah Konstitusi pada akhir pekan ini.Atas kemenangan pria 59 tahun yang dianggap sebagai penyelamat dalam mengakhiri gejolak politik Mesir ini, beberapa ribu orang merayakannya di Tahrir Square Kairo usai pengumuman. Kembang api menyala dalam perayaan itu, juga banyak dijajakan bendera Mesir dan balon bergambar wajar Al-Sisi. Personil militer dan keamanan tidak melarang orang-orang yang berpesta dengan menari dan menyanyi merayakan kemenangan Al-Sisi. Klaksom mobil di jalanan dan pesta kembang api seolah memecah cakrawala kota Seribu Menara itu. Dalam pidato kemenangannya, al-Sisi menyerukan rakyat Mesir untuk berkerja memulihkan stabilitas keamanan, kebebasan dan keadilan sosial. Al Sisi juga menyampaikan terima kasih kepada lawan tunggalnya, Hamdeen Sabahi yang sebelumnya telah berjanji menghormati hasil pilihan rakyat. Purnawirawan jenderal berusia 60 tahun itu sebelumnya diangkat Presiden Moursi sebagai panglima militer merangkap menteri pertahanan dan produksi militer. Panglima Al Sisi menggantikan Marsekal Hussein Tantawi yang diberhentikan Presiden Moursi menyusul gugurnya enam perwira tentara dan polisi di Semenanjung Sinai akibat serangan gerilyawan garis keras. Beberapa bulan menjelang Presiden Moursi dilengserkan, santer diisukan bahwa Al Sisi akan dipecat dari jabatannya sebagai panglima dan menteri pertahanan. Namun tak lama kemudian Moursi dilengserkan atas peran penting Jenderal Al Sisi menyusul demo besar oposisi pada 30 Juni 2013, persis satu tahun setelah Moursi berkuasa.Sejak Moursi dilengserkan, Ikhwanul Muslimin pendukung Moursi menjadi sasaran penumpasan oleh aparat keamanan dari tentara dan polisi.Menurut Amnesti Internasional, lebih dari 1.483 orang tewas, sebagian besar pendukung Ikhwanul Muslimin akibat bentrokan dengan aparat keamanan. Sejak Desember lalu, Ikhwanul Muslimin dinyatakan sebagai kelompok teroris dan organisasi terlarang di Mesir. Al Sisi juga telah berulang kali berikrar akan menumpas habis "teroris" di bumi Mesir bila terpilih menjadi presiden.Kemenangan al-Sisi disambut baik pemerintah Amerika Serikat dan menantikan untuk bekerja sama dengan pemerintahan Sisi. Namun AS juga mendesak Sisi untuk melakukan reformasi HAM. Dalam statemennya, Gedung Putih menyatakan, Presiden AS Barack Obama akan berbicara dengan Sisi dalam beberapa hari mendatang."Washington menantikan bekerja sama dengan Sisi untuk memajukan kemitraan strategis kita dan banyak kepentingan yang sama-sama dimiliki AS dan Mesir," demikian pernyataan Gedung Putih. "Kami mendesak presiden terpilih dan pemerintah untuk mengadopsi reformasi yang dibutuhkan untuk memerintah dengan transparansi dan akuntabilitas, menjamin keadilan bagi semua individu, dan menunjukkan komitmen untuk perlindungan hak-hak universal semua warga Mesir," demikian disampaikan Gedung Putih.Arab Saudi juga menyambut baik kemenangan al-Sisi. Raja Abdullah menyebut kemenangan al-Sisi sebagai "hari bersejarah" dan menyerukan konferensi donor untuk membantu negara itu melewati masalah ekonominya. "Untuk saudara-saudara dan teman-teman Mesir ... Saya mengundang semua untuk menghadiri konferensi donor ... guna membantu mengatasi krisis ekonomi," katanya. (Detikcom/Ant/Rtr/f)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.