Kuala Lumpur (SIB)- Sudah hampir 3 bulan berlalu, namun keberadaan pesawat maskapai Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 belum juga diketahui. Boeing 777-200ER itu masih terus dicari oleh tim gabungan dari berbagai negara.Keluarga penumpang Malaysia Airlines MH370 menggelar sayembara berhadiah US$ 3 juta untuk pihak yang bisa memberikan informasi petunjuk terkait hilangnya pesawat tersebut. Mereka juga merasa mengambil alih penyelesaian kasus tersebut. "Kami mengambil alih kasus tersebut," ungkap Sarah Bajc, seorang guru ekonomi di Beijing seperti dikutip dari news.com.au, Sabtu (7/6). Pasangannya, Philip Wood (50), berada di dalam pesawat dengan rute Kuala Lumpur-Beijing yang hilang pada tanggal 8 Maret tersebut.Meski pencarian secara ekstensif dan mahal telah dilakukan, “Tidak ada bukti yang kredibel bahwa pesawat tersebut ada di sebelah selatan Samudra Hindia," papar Bajc. “Saya meyakini seseorang tengah merahasiakannya,†ujarnya. Penggalangan dana dilakukan melalui laman indiegogo dan meminta donasi minimal US$ 5. Total dana yang terkumpul adalah US$ 5 juta, US$ 3 juta atau sekitar Rp 35 miliar bagi siapa saja yang tahu dan memberikan informasi keberadaan MH370 secara benar. Kemudian US$ 2 juta atau sekitar Rp 24 miliar akan digelontorkan bagi penyelidik swasta yang bakal ditunjuk pihak keluarga tersebut untuk mencari pesawat berpenumpang 239 orang tersebut. Bajc menambahkan bahwa kompetisi ini diinisiasi oleh kerabat penumpang dari Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, PErancis, India, tetapi tidak Malasia atau Tiongkok.“$2 Juta dalam sebuah investigasi tidak akan cukup,†terang Bajc, “sudah jelas bahwa mereka telah menghabiskan $100 juta dan mereka tidak mendapatkan apa-apa. Tapi kami tidak akan melakukan pencarian dengan perahu di samudra. Kami akan menggunakan pendekatan intelegensia.†“Jika bukti terungkap bahwa pesawat tersebut dicelakakan di air, atau bahkan di bantalan tempat duduk, saya akan menggunakan pendekatan yang berbeda,†imbuh Bajc.Marsekal Purnawirawan Angus Houston, yang memimpin pencarian tersebut, menampik tudingan adanya upaya menutupi informasi terkait hilangnya MH370. “Tidak ada hal penting yang ditutupi dengan cara apa pun,†jelasnya meneguhkan hasil analisis yang berkembang. Pejabat Malaysia juga mendesak investigasi tersebut agar transparan. Selain mengumpulkan dana dari kantong sendiri, para keluarga juga berharap ada pihak yang ingin membantu menyumbang, sehingga jumlah donasi bisa bertambah. Dan pencarian oleh keluarga pun akan semakin mantap dilakukan.Salah satu pihak orang dekat yang ikut menjadi penyumbang dan pelopor sayembara adalah Sarah Barc, kekasih dari penumpang Philip Wood dari Amerika Serikat, yang merupakan bos perusahaan perangkat lunak IBM. Menurut Sarah, ia dan pihak keluarga penumpang lainnya melakukan ini karena mereka tidak percaya pada informasi-informasi sebelumnya yang dirilis pihak terkait. "Kami mengambil bagian dalam pencarian ini. Sebab tak ada informasi yang kredibel. Aku menduga ada pihak yang sengaja menyembunyikan hal ini," ujar Sarah.Sarah menjelaskan, langkah yang diambil dirinya dan keluarga lain sama seperti yang dilakukan para kerabat penumpang pesawat Air France 447 yang hilang pada 1 Januari 2009. Puing pesawat kemudian ditemukan 2 tahun kemudian, pada awal 2011."Misteri Air France juga sempat dinyatakan sulit dipecahkan. Para keluarga akhirnya turun tangan pada pencarian," ujarnya. "Memang kami tak tahu pasti apakah berhasil atau tidak, tapi kita harus mencoba. Aku tak perduli dibilang apa oleh orang-orang, yang penting pesawatnya ditemukan."Pesawat MH370 dinyatakan hilang kontak pada Sabtu 8 Maret 2014 dini hari. Pada 24 Maret, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengumumkan bahwa pesawat jatuh di Samudera Hindia, sebelah barat Perth. Namun pencarian selama beberapa minggu tak berhasil menemukan pesawat atau serpihannya. Saat ini belum ada arah yang pasti soal pencarian pesawat nahas tersebut. (Detikcom/i)