India akan Tingkatkan Pengadaan Peralatan Pertahanan

- Senin, 09 Juni 2014 11:16 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/06/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Mumbai (SIB) - Militer India, salah satu dari pengimpor terbesar senjata dunia, bertujuan meningkatkan pengadaan perangkat pertahanan untuk kepentingan "keamanan nasional", kata pengumuman menteri pertahanan negara itu, Sabtu.Pengumuman kebijakan itu datang setelah pemerintah Partai Bharatiya Janata (BJP) Perdana Menteri Narendra Modi dilantik akhir pada bulan lalu.Program pengadaan senjata-senjata India terhenti akibat serangkaian skandal korupsi semasa pemerintah Partai Kongres dipimpin Manmohan Singh yang kalah dalam pemilu April dan Mei."Keamanan Nasional adalah satu masalah yang selalu menjadi  prioritas bagi kami (BJP)," kata Menteri Pertahanan Arun Jaitley kepada wartawan.India membutuhkan pengadaan pertahanan lebih banyak dan lebih cepat, kata Jaitley.Negara itu masih memiliki sejumlah kebutuhan pertahanan termasuk jet-jet tempur, helikopter-helikopter tempur dan sistem perang elektronik, sementara harus memperbaharui perangkat keras militernya yang sudah tua."Sejumlah mekanisme perlu dibuat untuk mempercepat proses pengadaan perangkat keras militer itu," katanya."Pemerintah ini melaksanakan keamanan nasional dan kami merasa birokrasi yang terlibat dalam pembelian peralatan pertahanan harus dipangkas," kata Jaitley di sela-sela satu acara peresmian dua kapal penjaga pantai.Jaitley mengatakan keamanan pantai menjadi prioritas utama pemerintah dan peresmian kapal-kapal baru itu akan membantu para pejabat Penjaga Pantai menjamin keamanan garis pantai.Pada serangan-serangan  di Mumbai tahun 2008 yang menewaskan 166 orang, 10 gerilaywan Pakistan bersenjata berat memasuki Laut Arab melalui Karachi.Pengamat pertahanan mengatakan masih ada celah dalam keamanan garis pantai India kendatipun usaha-usaha untuk meningkatkan keamanan.Serangan di Mumbai berakhir setelah beberapa hari di mana pasukan keamanan membunuh sembilan pria bersenjatah. Seorang dari mereka ditangkap dan kemudian digantung setelah diadili.Pantai India dipatroli oleh Penjaga Pantai, polisi maritim dan badan-badan lainnya.Di bawah pemerintah Modi, New Delhi diperkirakan akan menerapkan kebijakan luar negeri yang lebih kuat. Para pengamat mengatakan pemimpin nasionalis Hindu itu mungkin akan bersikap lebih keras dalam sengketa perbatasan dengan Tiongkok.Mereka juga memperkirakan akan melakukan sikap lebih keras  terhadap Pakistan menyangkut serangan-serangan kelompok garis keras Islam yang berpangkalan di negara itu.Manifesto pemilihan partai itu berjanji akan "menangani  teroris lintas perbatasan dengan satu tindakan keras" dan melaksanakan satu "tindakan tegas" bila diperlukan.Pernyataan Jaitley itu diucapkan saat menteri luar negeri Tiongkok akan memulai kunjungan dua hari ke India, Ahad untuk perundingan tingkat pejabat tinggi pertama antara dua negara yang paling banyak penduduknya di dunia sejak Modi berukasa.Menlu Tiongkok Wang Yi mengunjungi New Delhi sebagai utusan khusus Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk "menjalin kontak dengan pemerintah baru India", kata kementerian luar negeri India. (Ant/AFP/i)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Pesawat Air India Terlupakan 13 Tahun di Bandara Kolkata, Maskapai Bayar Parkir Rp 1,8 Miliar

Luar Negeri

Virus Mematikan Guncang India, 100 Orang Dikarantina

Luar Negeri

BMKG Belawan Peringatkan Gelombang Hingga 2,5 Meter di Perairan Sumut

Luar Negeri

BMKG: Musim Hujan Masih Berlangsung di Sumut, Waspadai Hujan Lokal

Luar Negeri

BMKG: Cuaca Sumut Didominasi Hujan Lebat, Waspada Gelombang Tinggi

Luar Negeri

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumut pada 8–15 Desember 2025