Ratusan Mahasiswa Disandera di Universitas Irak

* Bom Mobil Guncang Baghdad, 60 Tewas
- Senin, 09 Juni 2014 11:21 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/06/hariansib_-Ratusan-Mahasiswa-Disandera-di-Universitas-Irak.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/AP Photo
Bangunan satu gedung hancur setelah bom mobil meledak di distrik New Baghdad, Irak. Serangkaian ledakan bom mengguncang area di Baghdad, Minggu (8/6) mengakibatkan setidaknya 60 orang tewas.
Ramadi (SIB)- Sekelompok pria bersenjata menduduki Universitas Anbar pada Sabtu (7/6). Mereka menyandera ratusan mahasiswa dan pengajar di universitas tersebut. Menurut pihak keamanan setempat, ini merupakan serangan ketiga dalam minggu ini yang dilakukan oleh militan-militan yang mengambil alih bagian dari dua kota lainnya.Dilansir dari Reuters, Minggu (8/6), setelah melakukan perlawanan terhadap penjaga, kelompok pria bersenjata tersebut masuk ke Universitas Anbar di kota Ramadi, kota yang sebagian wilayahnya telah diduduki oleh suku dan pemberontak anti pemerintah sejak awal tahun ini.Pihak keamanan telah mengelilingi Universitas di Ramadi sejak Sabtu dan telah melepaskan baku tembak dengan sekelompok militan yang membawa bom dan yang berpatroli di atap gedung dengan menggunakan sniper. Menurut pihak rumah sakit di Ramadi, sudah ada dua korban akibat peristiwa ini, satu merupakan mahasiswa dan satu lagi adalah polisi.Seorang profesor yang terperangkap di dalam Fakultas Fisika menuturkan bahwa beberapa staf yang tinggal di luar Ramadi sedang menghabiskan waktu malamnya di kampus untuk persiapan ujian. "Kami mendengar bunyi tembakan sekitar pukul 4 pagi. Kami kira tembakan tersebut berasal dari pasukan keamanan yang akan menyelamatkan kami, tapi kemudian kami terkejut melihat sekelompok pria bersenjata itu. Mereka menyuruh kami masuk ke dalam ruangan dan sekarang kami tidak bisa keluar," tuturnya melalui sambungan telepon.Beberapa saat kemudian ia bersama dengan lima belas rekan dan muridnya dapat melarikan diri. "Saya membawa beberapa murid saya, kertas ujian dalam tas nilon, memakai dasi dan jas dan saya melompat ke pagar. Sekarang saya di luar." Menurut sumber, militan-militan tersebut mengizinkan sekitar 100 hingga 150 orang untuk meninggalkan kampus.Identitas penyerang di Ramadi sampai saat ini masih belum jelas, tetapi Ramadi merupakan salah satu dari dua kota di Anbar yang diambil alih oleh suku dan pemberontak Sunni sejak awal tahun ini, termasuk kelompok Negara Islam di Iraq (ISIL).Pasukan keamanan saat ini berpusat pada kota Ramadi, tetapi pinggiran kota serta daerah-daerah lainnya masih berkutat antara pasukan keamanan dan kelompok militan. Kota Falluja yang terletak sekitar 50 kilometer (31 mil) dari pusat kota Ramadi sampai saat ini masih berada di tangan pemberontak.Salah satu penjaga di kampus mengatakan bahwa ia percaya tujuan utama kelompok militan tersebut adalah untuk menguasai wilayah Humaira yang terletak di belakang kampus, yang memungkinkan mereka untuk dapat mengatur jalur pasokan antara Ramadi dan Falluja."Saya pikir target kelompok militan tersebut bukanlah universitas. Mereka datang untuk menduduki Humaira, dan kita tahu seberapa pentingnya kota tersebut untuk mereka," tuturnya. "Mereka ingin tersambung dengan kelompok di Falluja. Saya pikir pasukan keamanan telah mengetahui hal tersebut."Kekerasan terulang kembaliMenurut PBB, hampir 480.000 orang dipaksa meninggalkan rumah mereka di Anbar dalam enam bulan terakhir. Hal ini merupakan pemindahan terbesar Iraq semenjak pertumpahan darah pengikut sekte yang memuncak tahun 2006-2007.Kekerasan yang terjadi saat ini memang masih jauh di bawah level peristiwa pertumpahan dara tersebut. Namun, pemberontak telah merebut kembali wilayah dan momentum selama setahun belakangan ini sehingga membuat tahun 2013 menjadi tahun yang paling mematikan semenjak keamanan mulai membaik.Setidaknya 800 orang terbunuh di seluruh wilayah negara pada Mei - jumlah korban tertinggi pada tahun ini. Pada Kamis, kelompok militan pindah ke kota Samarra, berdekatan dengan provinsi Salahuddin dan menduduki sebuah universitas di sana, termasuk dua masjid. Hal tersebut menambah bendera hitam ISIL sampai pada akhirnya dipaksa mundur melalui serangan udara.Pada hari berikutnya, pemberontak bersitegang dengan pasukan keamanan Iraq di kota Mosul. Sumber di Mosul mengatakan bahwa 70 korban tewas telah dibawa pada Sabtu, sementara yang lainnya masih belum bisa ditemukan mengingat beberapa wilayah di kota tersebut masih dikuasai oleh kelompok militan.Bom Mobil Guncang Baghdad, 60 TewasGelombang ledakan bom mobil mengguncang sejumlah titik di kota Baghdad, Irak, Sabtu (7/6) waktu setempat. 60 orang dilaporkan tewas setelah insiden ledakan dahsyat susul-menyusul itu.Kantor Berita Reuters melansir, total ledakan itu terjadi ada selusin. Kebanyakan lokasi bencana berada di distrik Syiah. Paling parah terjadi di Baayaa. Di situ, satu bom mobil menewaskan 23 orang, kebanyakan remaja yang tengah bermain biliar. "Saya hendak menutup toko ketika mendengar ledakan besar di jalan pusat bisnis utama. Saya melihat banyak mobil serta toko terbakar," kata Abdulla Kareem yang kakinya masih gemetar ketika diwawancara.Bom lainnya meledak di dekat sebuah bioskop, toko minuman populer dan satu masjid Syiah. Tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian bom itu. Tetapi, komunitas Syiah sering menjadi target serang gerilyawan Sunny dalam setahun terakhir ini. (Rtr/dtc/vvn/q)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Ibadah Malam Natal HKBP Padangpasir Rantauprapat Berlangsung Aman dan Khidmat

Luar Negeri

Sungai Deli Meluap, Ratusan Rumah Terendam Banjir

Luar Negeri

Wakil Ketua DPRD SU Ricky Anthony Santuni Anak Yatim Sekaligus Gelar Acara Lucky Draw Bagi Warga Stabat Langkat

Luar Negeri

Kejati Bengkulu Sita Tambang Batu Bara yang Rugikan Negara Ratusan Miliar Rupiah

Luar Negeri

Orang-orang Kaya Indonesia Pindahkan Ratusan Juta Dollar AS ke Luar Negeri

Luar Negeri

3 Rumah Semi Permanen di Medan Baru Terbakar, Seorang Wanita Terluka