Dhaka (SIB)- Kepolisian Bangladesh akan mendirikan pos-pos pemeriksaan di titik-titik masuk utama ke ibukota Dhaka. Ini dilakukan untuk mencegah impor buah-buahan yang telah disemprot formalin.Kepolisian Metropolitan Dhaka, DMP mengambil langkah tersebut setelah ditemukannya formalin dalam kadar tinggi di hampir semua buah-buahan yang diperiksa di pasar-pasar Dhaka. Formalin merupakan zat kimia mematikan yang kerap digunakan sebagai pengawet dan disinfektan."Pos-pos pemeriksaan akan didirikan mulai 11 Juni di delapan titik masuk kota (Dhaka). Dilengkapi dengan alat-alat deteksi formalin, para petugas akan memeriksa semua truk yang mengangkut buah-buahan ke ibukota," tutur juru bicara DMP, Masudur Rahman seperti dilansir AFP, Senin (9/6).Dikatakannya, siapapun yang kedapatan membawa buah-buah berformalin tersebut bisa terancam dipenjara hingga dua tahun atau denda hingga 200 ribu taka (US$ 2.531). Langkah ini diambil kepolisian setelah publik geger atas buah berformalin tersebut. Lewat hasil pemeriksaan laboratorium, formalin dalam kadar membahayakan ditemukan pada buah-buahan yang masuk ke Dhaka. Diyakini hal ini dilakukan untuk mencegah buah tersebut cepat membusuk.Sebelumnya, kepala kepolisian Dhaka Benazir Ahmed menyamakan situasi ini dengan upaya untuk pembunuhan massal dengan racun. "Ini situasi yang sangat berbahaya. Formalin dengan level ini yang tercampur dalam buah bisa membunuh banyak orang," cetus Rahman. (AFP/dtc/i)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.