Karachi (SIB)- Terlatih dan bersenjata lengkap, anggota militan Taliban yang menyerang Bandara Internasional Jinnah di Karachi, Pakistan juga berniat membajak pesawat. Mereka membawa tas berisi persediaan makanan dan minuman yang menjadi bukti bahwa mereka bersiap melakukan penyanderaan dalam jangka waktu lama. Tujuh pelaku ditembak mati oleh tentara Pakistan dalam baku tembak yang terjadi di area Bandara Internasional Jinnah, Karachi selama berjam-jam. Sedangkan tiga pelaku lainnya tewas setelah meledakkan rompi bom yang mereka kenakan."Tujuan utama dari serangan ini adalah menghancurkan pemerintah, termasuk membajak pesawat dan menghancurkan instalasi pemerintah," terang juru bicara Taliban, Shahidullah Shahid seperti dilansir Reuters, Senin (9/6). "Ini hanyalah contoh dari kemampuan kami dan masih akan ada banyak yang akan datang. Pemerintah harus bersiap untuk serangan yang lebih buruk," imbuhnya. Total korban tewas dalam serangan ini mencapai 28 orang, termasuk 10 orang di antaranya merupakan pelaku.Secara terpisah otoritas kepolisian setempat menuturkan, para pelaku mengenakan seragam pasukan pengamanan bandara setempat, kemudian membawa senapan otomatis dan pelontar granat roket. Mereka masuk ke terminal kargo bandara dengan menumpang dua mobil mini-van.Menurut polisi senior yang enggan disebut namanya tersebut, para pelaku memisahkan diri menjadi dua kelompok. Satu kelompok menyerang gerbang bernama Fokker untuk mengalihkan perhatian, sedangkan kelompok lainnya menyerbu terminal kargo.Tujuan mereka adalah masuk ke dalam terminal penumpang, namun upaya mereka terganggu oleh perlawanan dari pasukan keamanan setempat, termasuk paramiliter Rangers. Baku tembak yang cukup sengit pun terjadi, sembari para penumpang dievakuasi dan penerbangan dialihkan."Militan tersebut tidak mampu menjangkau target mereka untuk menembaki pesawat, karena mereka terus diserang oleh pasukan keamanan, yang merespons sangat cepat," terang seorang sumber dari kalangan keamanan setempat.Sumber tersebut menyatakan, para pelaku sangat terlatih dan membawa ransel besar yang berisi buah kering dan air. Para pelaku juga mengenakan sepatu olahraga yang merupakan ciri khas militan Taliban. Mereka mengenakan pakaian ala militer. "Akan menjadi lebih berbahaya jika militan tersebut berhasil menjangkau gedung terminal utama dan melakukan penyanderaan. Terdapat ratusan penumpang dan staf yang ada di terminal utama saat itu," imbuhnya. (Rtr/dtc/i)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.