Akibat Tragedi Sewol, 7 Menteri Korsel Diganti

- Sabtu, 14 Juni 2014 11:02 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/06/hariansib_-Akibat-Tragedi-Sewol--7-Menteri-Korsel-Diganti.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/ AP Photo
Kapal feri Hong Kong tujuan Makau gagal mencapai pelabuhan setelah menabrak tembok pemecah ombak, Jumat (13/6), menyebabkan lebih 50 penumpang cidera.
Seoul (SIB)- Presiden Korea Selatan Park Geun Hye merombak kabinetnya, pasca tragedi kapal feri Sewol. Sebanyak 7 menteri dalam kabinetnya diganti dengan pejabat baru, sebagai tanggapan dari kritikan tajam yang mengujani pemerintahan Presiden Park.Perombakan ini merupakan yang pertama kali dilakukan Presiden Park semenjak menjabat pada Februari 2013 lalu. Anggota parlemen dari partai berkuasa, Choi Kyoung Hwan ditunjuk menggantikan Menteri Keuangan Hyun Oh Seok yang bertanggung jawab atas perekonomian. Demikian seperti disampaikan kantor presiden Korsel atau yang biasa disebut Blue House dan dilansir AFP, Jumat (13/6).Ada enam pejabat menteri baru yang ditunjuk oleh Presiden Park untuk menempati jabatan pada sektor keamanan, pendidikan, tenaga kerja, budaya, kesetaraan gender dan juga ilmu pengetahuan. Namun tidak disebutkan lebih jelas siapa saja pejabat yang baru tersebut.Seorang profesor hukum dari Seoul National University, Chong Jong Sup ditunjuk untuk menjadi Menteri Keamanan dan Administrasi Publik, yang akan memimpin penerapan reformasi pemerintahan pasca tragedi Sewol yang menewaskan nyaris 300 orang.Tragedi tenggelamnya kapal feri Sewol sangat mengguncang publik Korsel dan memicu gelombang kemarahan publik terhadap pemerintah. Mereka menuding pemerintahan Presiden Park tidak kompeten, sarat korupsi dan serakah sehingga berkontribusi terhadap tragedi.Pemerintahan Presiden Park dikritik tajam atas respon penyelamatan yang lambat sehingga memicu banyaknya korban tewas. Terkait hal ini, Presiden Park telah membubarkan Patroli Laut Korsel dan memerintahkan peningkatan standar serta prosedur keselamatan nasional.Awal pekan ini, Presiden Park menunjuk seorang perdana menteri baru untuk menggantikan Chung Hong Won yang dipaksa mundur pasca tragedi Sewol. Selain itu, Presiden Park juga menunjuk direktur baru untuk badan intelijen domestik, National Intelligence Service (NIS). (Detikcom/q)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Sejumlah Wilayah di Medan Kembali Tergenang Banjir

Luar Negeri

Gubernur Bobby Nasution Estimasi Kerugian Akibat Banjir dan Longsor di Sumut Mencapai Rp 9,98 Triliun

Luar Negeri

Akses Simalingkar B–Simpang Kwala Putus Akibat Luapan Sungai Babura

Luar Negeri

Kenali 9 Tanda Tubuh Overdosis Gula, Risiko Kesehatan Serius Mengintai

Luar Negeri

18 Orang Tewas Akibat Longsor, Pemkab Tator Tetapkan Status Tanggap Darurat

Luar Negeri

Akibat Sakit Menahun, Diduga Beru Pinem Gantung Diri di Karo