London (SIB)- Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang mengancam akan membatalkan kunjungannya ke Inggris apabila tidak diizinkan bertemu Ratu Elizabeth II. Li ngotot untuk bisa bertemu Ratu di sela-sela kunjungan resminya selama tiga hari pekan ini.Seperti dilansir Telegraph, Kamis (12/6), Li dijadwalkan memulai kunjungannya ke Inggris pada hari Selasa kemarin. Majalah TIME melaporkan, Li akan langsung membatalkan kunjungannya apabila keinginannya itu tidak dipenuhi.Pejabat Inggris melihat kunjungan Li sebagai kesempatan penting untuk memperkuat hubungan bilateral di antara kedua negara. Khususnya, setelah Tiongkok membekukan hubungan diplomatik kedua negara selama 18 bulan akibat pertemuan Perdana Menteri David Cameron bertemu dengan Dalai Lama di tahun 2012 lalu.Dalam kunjungan ke Inggris, kedua pejabat negara akan membicarakan mengenai berbagai isu bilateral yang luas, termasuk perdagangan, investasi, kesempatan di bidang perdagangan, energi dan hubungan kebudayaan.Menurut koran Inggris, tujuan dari Li yang ingin menemui Ratu Elizabeth II karena berniat meneken satu kesepakatan. Atas permintaan Tiongkok yang ngotot itu, London memenuhinya. Sebuah pertemuan dengan Ratu Elizabeth II, telah disiapkan. "Warga Tiongkok adalah negosiator yang keras," ujar seorang pejabat pemerintah Inggris.Selain mengatur pertemuan dengan Ratu Elizabeth, pejabat berwenang Tiongkok juga mendesak diplomat Inggris mencari informasi mengenai pakaian apa yang akan dikenakan oleh istri Cameron, Samantha saat nanti akan bertemu dengan Li dan istrinya.Keinginan kukuh Tiongkok ini merupakan kali kedua terjadi di saat pejabat tingginya mengadakan perjalanan ke luar negeri. Sebelumnya, saat Presiden Xi Jinping berkunjung ke Jerman, mereka meminta agar diatur kunjungan ke Museum Memorial Berlin. Melalui kunjungan itu, Tiongkok sepertinya ingin mempermalukan dan menyerang Jepang akibat aksi mereka saat Perang Dunia ke-II.Namun, permintaan itu ditolak Pejabat Jerman dan mereka menginformasikan kepada Diplomat Tiongkok, bahwa Presiden Xi menyambut baik niatnya untuk berkunjung ke Museum itu, namun tanpa melibatkan Pemerintah Jerman. (vivanews/q)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.