Bangkok (SIB)- Pemerintah junta militer Thailand memutuskan untuk mencabut jam malam yang diberlakukan di seluruh wilayah negara tersebut. Jam malam ini diberlakukan semenjak kudeta militer diumumkan pada 22 Mei lalu. Seperti dilansir AFP, Sabtu (14/6), jam malam yang berlaku mulai tengah malam hingga pukul 04.00 waktu setempat ini, dicabut terhitung sejak Jumat (13/6). Awalnya, jam malam hanya dicabut untuk sejumlah provinsi dan juga tiga area resor terkenal Thailand, yakni Pattaya, Koh Samui dan Phuket. Junta militer Thailand atau yang secara resmi dikenal sebagai National Council for Peace and Order (NCPO) membatasi kebebasan sipil dengan melarang unjuk rasa di depan publik, menangkapi demonstran, melakukan sensor media dan menginterogasi ratusan tokoh yang mengkritik junta militer.Namun junta militer juga menyerukan kampanye bagi masyarakat yang intinya menekankan perlunya pengembalian kebahagiaan bagi publik. Pada Kamis (12/6), otoritas junta militer mengumumkan bahwa warga Thailand bisa melihat seluruh tayangan pertandingan Piala Dunia di televisi yang ada di rumah masing-masing, secara gratis. Dengan adanya pencabutan jam malam ini, warga Thailand kini bisa menonton pertandingan Piala Dunia di restoran maupun bar tanpa takut ditangkap militer. "Melihat situasi keseluruhan di sejumlah lokasi telah mereda dan tidak ada tanda kekerasan, untuk mengurangi dampak pada kehidupan publik dan demi mempromosikan wisata, NCPO memerintahkan pencabutan jam malam di setiap wilayah, dengan segera," demikian bunyi pengumuman via televisi setempat. Sebelumnya, pemimpin Militer Thailand, Jenderal Prayuth Chan Ocha, angkat bicara mengenai pembentukan pemerintah sementara Thailand. Dijelaskannya, pemerintahan tersebut akan terbentuk pada Agustus. "Pemerintahan akan dibentauk pada Agustus, atau paling lama akhir September," sebut Prayuth, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (13/6/2014).Prayuth kembali menegaskan, bahwa Pemilu Thailand tidak bisa diselenggarakan sesegera mungkin. Setidaknya, pemilu akan terselenggara dalam waktu setahun. Seperti diketahui, jalannya Pemerintahan Thailand saat ini dipegang oleh militer. Hal tersebut terjadi setelah kudeta mereka lakukan pada 22 Mei.Militer Thailand berdalih, kudeta sudah seharusnya mereka lakukan, karena krisis Thailand sama sekali tidak terlihat akan berakhir. Oleh sebab itu, kudeta yang dilakukan dapat mencegah hal yang lebih buruk terjadi. (AFP/dtc/ r)