Madrid (SIB)- Kepolisian Spanyol mengatakan, mereka menangkap delapan orang yang diduga terlibat dalam kelompok militan Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL). Mereka diduga melakukan perekrutan militan. Pihak Kepolisian Spanyol menduga sel-sel kecil di Madrid ini berupaya untuk mengirim militan untuk berperang bersama kelompok ISIL."Penggerebekan kami lakukan di Madrid pada Senin dini hari (waktu setempat)," ujar pejabat Kepolisian Spanyol, seperti dikutip BBC, Senin (16/6). "Pemimpin dari kelompok ini sudah ditahan di Penjara Militer Amerika Serikat (AS) di Guantanamo, Kuba. Dia sebelumnya ditangkap di Afghanistan," lanjut keterangan tersebut.Laporan yang belum terkonfirmasi menyebutkan di media Spanyol menyebutkan, salah satu dari delapan orang yang ditangkap merupakan warga Spanyol. Sementara satu orang lainnya berasal dari Argentina dan enam lainnya merupakan warga Maroko.Pemimpin kelompok ini disebutkan bernama Lahcen Ikasrrien. Dirinya sempat ditahan di Guantanamo selama beberapa tahun tetapi akhirnya dibebaskan pada 2005 karena kekurangan bukti.Belum bisa diketahui apakah kedelapan orang yang ditangkap ini memiliki kaitan dengan militan ISIL yang saat ini melakukan serangan di Irak. Kelompok ISIL hingga saat ini masih menguasai Kota Mosul dan Tikrit. Kedua wilayah tersebut jaraknya sangat dekat dengan Ibu Kota Irak, Baghdad.Sebelumnya, pada Minggu 15 Juni 2014, kelompok ISIL memamerkan foto anggota keamanan Irak di Tikrit yang telah mereka tahan. Tidak lama kemudian, mereka juga menunjukkan foto eksekusi massal yang mereka lakukan. (BBC/d)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.