G77 Ingin Hapus DK PBB

- Selasa, 17 Juni 2014 11:55 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/06/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Santa Cruz De La Sierra (SIB)- Pertemuan puncak para pemimpin G77 plus China, Minggu (15/6), mengemas pesan untuk mengakhiri kemiskinan pada 2030, setelah muncul pula permintaan penghapusan dewan keamanan PBB yang diajukan Presiden Bolivisa Evo Morales.  Sebagian besar kesepakatan yang dibuat di pertemuan ini telah lebih dulu dirancang di New York oleh 133 utusan negara anggota kelompok tersebut. Di dalamnya termasuk tujuan pertemuan.Dalam rumusan tersebut, tujuan yang ingin dicapai konferensi tingkat tinggi ini adalah mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan berkedaulatan nasional atas sumber daya alam, sebagaimana isu yang menjadi perhatian utama China sebagai negara dengan perekonomian terkuat kedua di dunia dan seiring meningkatnya kekuatan Amerika Latin."Mengakhiri kemiskinan adalah masalah terbesar yang dihadapi oleh dunia dan sangat diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan," kata pernyataan yang dibacakan oleh tuan rumah Duta Besar Bolivia untuk PBB Sacha Llorenty, pada hari terakhir dari KTT di Santa Cruz, pusat bisnis yang dinamis di negara ini. "Kami menekankan bahwa pemberantasan kemiskinan harus terus menjadi tujuan utama dan kekuatan pendorong di balik agenda pembangunan pasca-2015," lanjut pernyataan tersebut, sembari menyebut kemiskinan merupakan penghinaan atas martabat manusia. Sebelumnya, para pemimpin negara-negara ini telah membahas masalah tatanan ekonomi dunia baru dan sistem internasional yang lebih adil. Sementara itu, Morales, seorang pemimpin keras beraliran kiri Amerika Latin dan presiden kelompok pada saat ini, menyerukan penghilangan hierarki dunia. "Dewan Keamanan PBB harus dihilangkan karena telah mendorong perang dan invasi oleh kekuatan imperialisme untuk sumber daya alam yang tepat dari negara-negara yang diinvasi," katanya. Morales, yang terpilih secara demokratis sebagai presiden pribumi pertama di negara termiskin di Amerika Selatan, juga menyerukan penggantian lembaga-lembaga keuangan seperti Dana Moneter Internasional (IMF).Dengan pembelian besar komoditas dan ekspor barang yang diproduksi untuk wilayah, China dalam beberapa tahun terakhir telah muncul sebagai mitra dagang utama negara-negara Amerika Latin. China bukan anggota G77 tetapi berpartisipasi dalam pertemuan tingkat tinggi ini antara lain untuk perluasan hubungan perdagangan di kawasan tersebut, sekalipun tanpa kehadiran Presiden China Xi Jinping. KTT ini sekaligus merupakan peringatan 50 tahun berdirinya kelompok negara-negara ini, seiring bertambahnya anggota dari 77 negara menjadi 133 negara. (AFP/kps/d)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Rumah Sekaligus Konter Ponsel di Sergai Terbakar

Luar Negeri

Ruko Dua Lantai di Tanjungberingin Hangus Terbakar

Luar Negeri

Rumah Warga di Tebingtinggi Sergai Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Luar Negeri

Pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Sumut di Musda Diperkirakan Secara Aklamasi

Luar Negeri

Kasat Narkoba Ajak Jajaran Polres Tanjungbalai Jaga Solidaritas

Luar Negeri

Jelang Nataru, Satpol PP Deliserdang Razia Pekat, 16 Bukan Pasutri Terjaring