Perth (SIB)- Hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 masih misterius. Operasi pencarian pun akan terus dilakukan. Namun kali ini, pencarian akan dialihkan ke wilayah yang jaraknya ratusan kilometer ke selatan dari lokasi yang sebelumnya diduga sebagai tempat jatuhnya pesawat tersebut.Pengalihan areal pencarian ini dilakukan menyusul analisa baru atas jalur penerbangan pesawat Boeing 777-200ER tersebut. Demikian diberitakan surat kabar West Australian seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/6).Menurut media tersebut yang mengutip sumber-sumber Amerika Serikat, Joint Agency Coordination Centre (JACC), badan Australia yang mengkoordinir pencarian MH370, akan segera mengumumkan bahwa fokus pencarian akan dipindahkan ke areal 800 kilometer barat daya dari tempat yang sebelumnya menjadi fokus pencarian.Disebutkan surat kabar Australia tersebut, pencarian bawah laut tersebut akan dilanjutkan pada Agustus mendatang. Menurut media tersebut, kapal survei Fugro Equator telah beroperasi di wilayah dekat Perth, Australia tersebut dan akan segera dibantu oleh kapal China, Zhu Kezhen.Selama ini pencarian udara dan bawah laut secara besar-besaran telah dilakukan untuk menemukan MH370 yang hilang pada 3 Maret lalu. Namun hingga saat ini belum ditemukan satu serpihan pun dari MH370. Sebelumnya, para ilmuwan dari perusahaan Inggris, Inmarsat menyatakan, pencarian MH370 belum mencapai tempat yang paling mungkin sebagai lokasi jatuhnya pesawat. Ini dikarenakan pencarian tersebut terganggu oleh sinyal-sinyal ping yang semula diyakini berasal dari kotak hitam pesawat tersebut.Para peneliti Belanda pekan ini mulai memetakan dasar laut Samudera Hindia yang begitu luas. Ini adalah tahapan lanjutan dari upaya pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370. Perusahaan Belanda yang menangani penyisiran ini bernama Fugro. Mereka mengirim kapal, membawa 40 kru dan teknisi untuk memetakan lautan yang luasnya lebih besar dari Belanda. Posisinya berada 1.600 km timur dari kawasan pesisir Australia."Ini adalah area yang sulit," kata Rob Luijnenburg, Direktur Strategis Fugro, saat diwawancarai Selasa lalu. "Ada gunung, pegunungan, lembah dan kita tidak bisa melihat terlalu jelas di bawah sana kecuali menggunakan teknologi," tambahnya. "Pada tahapan pertama, kita butuh peta yang bagus. Setelah itu, baru bisa direncanakan fase selanjutnya," sambungnya lagi.Selama ini, upaya pencarian dikoordinir oleh Australian Transportation Safety Board (ATSB). Sedikitnya dana AU$ 60 juta sudah keluar, sepanjang tahun pertama. Fugro membutuhkan waktu sedikitnya tiga bulan untuk memetakan kawasan dasar laut Samudera Hindia. Namun mereka tidak bekerja sendiri, kapal China akan membantu untuk pekerjaan berat itu.Diharapkan, setelah memiliki peta yang akurat, maka para pencari bisa menyisir dengan lebih detil. Mereka dapat mengerahkan robot dan kapal selam untuk menjelajahi dasar laut yang dalamnya mencapai ribuan meter tersebut. (Detikcom/q)